Senin, 21 Maret 2011

dibalik iming-iming indah imunisasi

“Imunisasi merupakan cara yang terbaik yang dilakukan untuk menghindari berbagai virus dan bakteri, misalnya campak, polio, hepatitis B, TBC, dll”. Ini lah suatu pernyataan yang sering kita dengar dan baca dari berbagai promosi, baik melalui tenaga kesehatan (dokter, bidan), teman maupun media seperti media masa, atau brosur yang ada di klinik. Akan tetapi, pernahkah terlintas dalam benak anda apa tujuan sebenarnya dari imunisasi? Pernahkah anda mendengar bahwa imunisasi tidak baik? mengapa opini bahwa imunisasi tidak baik ini muncul? Berikut ini sedikit gambaran dan bukti nyata dari IMUNISASI….dan anda sendiri yang menentukan apa yang terbaik bagi bayi anda….

Pengertian Imunisasi / vaksin
Secara umum vaksin merupakan bahan yang diyakini dapat melindungi dari penyakit atau memberikan kekebalan tubuh. Secara bahasa imunisasi berarti pengebalan terhadap penyakit. Kalau dalam istilah kesehatan, imunisasi diartikan pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Vaksin terbuat dari virus atau bakteri pathogen yang menyebabkan penyakit.
Pada dasarnya vaksinasi adalah upaya untuk merangsang daya tahan tubuh dengan memasukkan bibit penyakit yang dilemahkan dan diproses dengan bahan lain. Pada awalnya vaksinasi menggunakan bahan dasar berupa serum binatang, namun penggunaan bahan ini dilarang karena dampak buruknya tidak terbendung. Saat ini vaksin mengalami modernisasi dengan bahan dasar bakteri dan virus. Secara sederhana, Dr.Abdul Mu’nim, Apt seorang ahli farmasi dan tanaman obat UI, mengatakan vaksinasi adalah usaha untuk memancing daya tahan tubuh seseorang dengan bahan bakteri atau virus.
Dengan demikian vaksinasi atau imunisasi ini tidak ada kaitannya dengan peningkatan daya tahan tubuh, karena fungsinya hanya merangsang atau memancing sejauh mana daya tahan tubuh seseorang. Contohnya, untuk menguji daya tahan seseorang terhadap penyakit cacar dengan memasukkan vaksin dari bibit penyakit cacar.

Cara Pembuatan Vaksin
Sedikitnya ada empat cara membuat vaksin yaitu: pembuatan vaksin dari virus yang dimatikan (rujukan WHO saat ini), vaksin dari virus hidup yang dilemahkan, vaksin berupa virus hidup rekombinan menggunakan virus baculo dan vaksin DNA.
Dalam pembuatan vaksin ini melalui beberapa proses atau tahapan. Tahapan ini dimulai dari menyiapkan media untuk perkembangbiakan virus, menanam virus dalam media, memanen virus, pemurnian dan inaktivasi virus. Dalam proses pembuatan virus ini lah yang perlu diketahui dan perlu menjadi pertimbangan oleh orang tua yang akan memberikan vaksin kepada anaknya.
Pada pembuatan vaksin polio misalnya, dilakukan dengan mengembangbiakkan virus polio. Pengembangbiakan virus ini menggunakan sel vero (berasal dari ginjal kera) sebagai media.

Bahan Vaksin

Berbagai negatif dari vaksin ini ditimbulkan dari bahan berbahaya yang ada didalamnya seperti mikroorganisme yang dilemahkan atau dimatikan dan berbagai logam berat yang ada dalam vaksin.
Alumunium, digunakan dalam bentuk gel atau garam untuk mendorong produksi antibodi. Logam ini yang diyakini sebagai kemungkinan penyebab kejang, alizheimer, kerusakan otak dan dimensia (pikun). Menurut pemerhati vaksin di Australia bahan ini dapat meracuni darah,pernafasan, mengganggu system imun dan syaraf seumur hidup. Logam ini digunakan pada vaksin DPT, Dapt dan Hep-B
Benzotanium klorida, bahan pengawet yang belum dievaluasi untuk dikonsumsi manusia, terdapat pada vaksin antrax
Etilen glikol, bahan utama anti beku yang digunakan sebagai bahan pengawet, terdapat pada vaksin DaPT, polio, Hep-B.
Formaldehida/formalin, bahan yang bersifat karsinogenik ini menimbulkan kekhawatiran besar bila digunakan dalam tubuh. Bahan ini banyak digunakan untuk pembalseman, fungisida, insektisida dalam pembuatan bahan peledak. Bahan ini ditemukan di beberapa vaksin.
Gelatin, bahan yang dikenal sebagai pemicu timbulnya alergi. Terdapat pada vaksin cacar air dan MMR
Glutamat, digunakan untuk menstabilkan vaksin panas, cahaya dan kondisi lingkungan lainnya. Bahan ini dikenal menimbulkan reaksi buruk dan ditemukan pada vaksin varicela.
Neomicin, Antibiotik ini digunakan untuk mencegah timbulnya kuman. Bahan ini menimbulkan reaksi alergi, ditemukan pada vaksin MMR dan Polio
Fenol, Bahan yang berasal dari tar batubara ini digunakan dalam produk bahan pewarna, disinfektan, plastik, bahan pengawet. Bahan ini sangat beracun dan berbahaya.
Streptomicin, Antibiotik yang terkenal menimbulkan alergi dan ditemukan pada vaksin polio.
Timerosal, merupakan bahan pengawet yang mengandung 50% etil merkuri yang mempunyai sifat hamper sama dengan merkuri, sehingga berbahaya bagi tubuh.
Selain itu Pemerhati Vaksin Australia juga menemukan kandungan bahan lain dalam vaksin seperti:
Ammonium Sulfat, diduga dapat meracuni pencernaan, hati, syaraf dan system pernafasan.
Ampotericin B, sejenis obat yang digunakan untuk mencegah penyakit jamur. Efek sampingnya menyebabkan pembekuan darah, bentuk sel darah merah jadi tidak sempurna, masalah ginjal, kelesuan, demam dan alergi pada kulit.
Kasein, perekat yang kuat, sering digunakan untuk merekatkan label pada botol. Walaupun dihasilkan dari susu, namun didalam tubuh bahan ini dianggap sebagai protein asing yang beracun
Polysorbat 20 dan Polysorbat 80, bahan yang meracuni kulit dan organ genital.

Fakta imunisasi
Ada beberapa pendapat yang perlu dikaji dan diwaspadai karena bertentangan dengan kenyataan yang ada. Ada tiga hal:
1. Effektif melindungi manusia dari penyakit.
Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, juga terjadi di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO (badan kesehatan dunia) juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.
Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit. Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. Dari penelitian yang diterbitkan dalam The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.
2. Imunisasi benar-benar aman bagi anak-anak
Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.
3. Racun dan Najis? Tak Masuk Akal
Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination league)
Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatannya. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)

Dari sekelumit mengenai vaksin ini kita dapat melihat bahwa tidak adanya manfaat yang bisa diambil dari imunisasi ini, bahkan sebaliknya memasukkan virus dan bahan beracun itu membahayakan dan mengancam kesehatan jasmani dan rohani baik dalam waktu cepat atau lambat.
Wallahu a’lam

Sumber:
Tabloid Bekam dan berbagai sumber

Read More..

Senin, 27 Desember 2010

Efusi pleura

Paru-paru basah merupakan istilah yang sering digunakan oleh orang awam. Istilah ini di dunia medis disebut dengan efusi pleura atau disamakan dengan peneumonia atau infeksi paru-paru. Sering kita mendapat larangan untuk tidur di lantai karena bisa terkena paru-paru basah, dimana kelembaban lantai akan terserap kelantai... Padahal bukan demikian kondisi yang sebenarnya, konsentrasi kuman akan lebih padat pada udara dengan ketinggian 10 cm dari lantai, sehingga lebih berpotensi untuk terkena infeksi. Akan tetapi hal ini tidak serta merta langsung menyebabkan paru-paru basah, ada faktor pola hidup dan juga ketercukupan gizi. Berikut ini kita akan lebih jelas mengenal tentang paru-paru basah atau efusi pleur


Apa sebenarnya paru-paru basah??

Paru-paru basah atau efusi pleura ini adalah suatu kondisi rongga pleura (rongga yang menyelimuti paru-paru) seseorang terisi cairan yang berlebih. Selain berisi cairan berlebih juga bisa berisi darah, nanah, cairan seperti susu dan cairan yang mengandung kolesterol tinggi.
Pada kondisi normalnya rongga ini juga terisi oleh sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas saat paru-paru mengembang atau mengempis pada waktu bernafas. Cairan ini akan dihasilkan dan diserap dalam jumlah yang sama, sehingga jumlahnya akan selalu sama. Pada efusi pleura cairan yang dihasilkan berlebihan sedangkan penyerapannya berkurang. Sehingga terjadilah penumpukan cairan.

JENIS
1. Hemotoraks (darah di dalam rongga pleura)
Penumpukan cairan ini biasanya terjadi karena cedera di dada. Penyebab lainnya adalah:
  • Adanya pembuluh darah yang pecah dan akhirnya darah mengalir dalam rongga pleura
  • Kebocoran aneurisma aorta (daerah yang menonjol di dalam aorta) yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura
  • Gangguan pembekuan darah.
Darah yang ada dalam rongga pleura ini tidak mengalami pembekuan secara sempurna,
sehingga untuk mengeluarkan darah ini biasanya dengan menggunakan jarum atau selang.
2. Empiema (nanah di dalam rongga pleura)
Penumpukan cairan ini dapat terjadi pada pneumonia atau pembengkakan paru yang
menyebar ke dalam rongga pleura. Selain itu epinemia dapat terjadi karena komplikasi dari:
  • Infeksi pada cedera di dada
  • Pneumonia
  • Pembedahan dada
  • Pecahnya kerongkongan
  • Pembengkakan di perut disertai nanah.
3. Kilotoraks (cairan seperti susu di dalam rongga dada)
Penumpukan cairan ini disebabkan oleh suatu cedera pada saluran getah bening utama di
dada atau oleh penyumbatan saluran karena adanya tumor.
4. Rongga pleura yang terisi cairan dengan kadar kolesterol yang tinggi
Penumpukan cairan ini terjadi karena efusi pleura menahun yang disebabkan oleh
tuberculosis (TBC) atau artritis rematoid.

PENYEBAB
Untuk penyebabnya ini terbagi menjadi 2 jenis efusi pleura:
  1. Efusi pleura transudativa, biasanya disebabkan oleh suatu kelainan pada tekanan normal di dalam paru-paru. Jenis efusi transudativa yang paling sering ditemukan pada penderita gagal jantung kongestif.
  2. Efusi pleura eksudativa terjadi akibat peradangan pada pleura, yang seringkali disebabkan oleh penyakit paru-paru. Jenis efusi ini sering ditemukan pada penderita kanker, tuberkulosis dan infeksi paru lainnya, reaksi obat, asbetosis dan sarkoidosis
  3. Penyebab lain dari efusi pleura adalah: Gagal jantung, kadar protein darah yang rendah, tuberculosis (TBC), pembengkakan di area perut, tumor, lupus eritematosus sistemik, operasi jantung, cidera di dada, obat-obatan (hidralazin, prokainamid, isoniazid, fenitoin,klorpromazin, nitrofurantoin, bromokriptin, dantrolen, prokarbazin), pemasanan selang untuk makanan atau selang intravena yang kurang baik.

GEJALA

Gejala yang paling sering ditemukan (tanpa menghiraukan jenis cairan yang terkumpul ataupun penyebabnya) adalah sesak nafas dan nyeri dada (biasanya bersifat menusuk dan semakin memburuk jika penderita batuk atau bernafas dalam).
Kadang beberapa penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
  • batuk 3 minggu atau lebih, sering disertai darah
  • cegukan
  • pernafasan yang cepat
  • nyeri perut.
  • badan lemah
  • nafsu makan turun
  • berat badan turun
  • berkeringat mala
  • demam hilang timbul tidak terlalu tinggi.

PENCEGAHAN
Lakukan pengobatan yang adekuat pada penyakit-penyakit dasarnya yang dapat menimbulkan efusi pleura.

Read More..

Jumat, 19 November 2010

REMATIK....... 'atritis'


Sering orang mengatakan untuk tidak mandi malam hari karena takutnya akan terkena penyakit rematik. Mereka mengatakan orang yang terkena rematik akan merasakan sakit yang luar biasa dipersendian. Benarkah demikian…? Rematik ini dapat menyerang siapa saja baik yang tua maupun yang muda. Rematik ini merupakan sindrom dengan tiga keluhan utama yaitu nyeri, kaku dan kelemahan sendi. Bisa kita baying kan bagaimana bila sendi-sendi yang bisa membuat kita bergerak dengan fleksibel, tidak seperti robot ini, mengalami hal tersebut. Dan apa sebenarnya rematik itu?

Seputar rematik
Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan daerah sekitarnya. Rematik ini bisa menyerang seluruh tubuh mulai dari kepala sampai kaki. Penyakit ini bisa disebut juga dengan Atritis. Gejala yang timbul antara lain pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun bagian sendi-sendi yang lain, gangguan di otot dan tendon.

Ada sekitar 150-an jenis rematik. Akan tetapi ada sekitar empat jenis rematik yang sering dijumpai di masyarakat kita yaitu, osteoatritis (pengapuran), rematik luar sendi yang menyerang jaringan diluar tulang rawan, rematik peradangan dan rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.

Sekitar 50% penyakit ini terjadi karena pengapuran. Pengapuran berarti terjadinya penipisan jaringan tulang rawan di persendian yang berfungsi sebagai bantalan. Bantalan pada persendian yang aus ini menyebabkan gesekan antar tulang sehingga timbulah rasa nyeri. Pengapuran ini merupakan suatu proses penurunan fungsi tubuhyang dimulai usia 40 tahun, tetapi setiap orang mempunyai proses yang berbeda-beda. Ada yang 40 tahu sudah rematik, tetapi yang usia 70 tahun belum mengalami rematik pun ada. Cepat lambatnya proses pengapuran tadi disebabkan oleh factor mutu tulang rawan dan berat badan.

Jenis rematik lain yang banyak diderita oleh orang didunia adalah atritis rheumatoid (AR) atau peradangan sendi. Penyakit ini banyak ditemukan pada usia 20-50 tahun yang ditandai dengan kaku saat bangun tidur jam dan penderita sulit untuk bergerak paling tidak 1, radang sendi pada 3 daerah persendian atau lebih karena pembengkakan jaringan lunak, persendian atau penumpukan cairan dan dipastikan bukan pertumbuhan tulang, benjolan kecil di bawah kulit.

Gangguan autoimun seperti penyakit lupus termasuk dalam peradangan ini. Pada kondisi ini kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagai bakteri, virus atau benda asing yang masuk kedalam tubuh. Kekebalan tubuh malah merusak jaringan tubuh yang sehat termasuk juga jaringan di persendian.

Penyebab penyakit ini bisa juga karena kadar asam urat yang tinggi dan sebab yang lain. Penyakit karena asam urat yang tinggi ini sering dijumpai pada pria yang berusia 30an-40an. Hal ini disebabkan karena adanya produksi purin yang berlebihan sehingga ditimbun di persendian dan menyebabkan sakit.

Pengeroposan tulang (Osteoporosis) juga termasik dalam jenis rematik. Osteoporosis merupakan kondisi ketika jumlah jaringan tulang telah berkurang dan beresiko besar terjadinya patah tulang, penyebabnya adalah hormon ekstrogen berkurang biasanya terjadi pada wanita yang sudah menepouse, alkohol, rokok, kurangnya aktifitas, kekurangan asupan kalsium, kurangnya pancaran sinar matahari.

Bisakah penyakit ini dicegah?
Agar terhindar dari rematik beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan.
1.Olahraga secara teratur, bukan hanya untuk kesehatan jantung tetapi juga sangat baik untuk otot, sendi dan tulang.
Olah raga seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat. Hal ini dikarenakan jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot, dan membangun tulang kuat tanpa menganggu persendian yang sakit. Untuk melakukan olah raga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ataupun terapis untuk mengetahui gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olah raga yang terlalu membebani lutut seperti voli, bulutangkis, atau bela diri. Sebaiknya jangan berdiri terlalu lama karena akan menimbulkan rasa sakit.
2.Peregangan. Setiap pagi setelah bangun tidur lakukanlah peregangan karena bisa meningkatkan kekuatan otot dan membantu meningkatkan rentang gerak sendi Anda. Pastikan Anda melakukan pemanasan otot dan sendi sebelum peregangan. Hal itu karena peregangan sebelum pemanasan, bisa memperburuk nyeri sendi dan bahkan menimbulkan ketegangan pada otot.
3.konsumsi makanan sehat dan bayak mengandung vitamin C serta kalsium. Kedua nutrisi tersebut sangat penting untuk kesehatan tulang dan otot. Ada beberapa buah dan sayur yang disarankan seperti:
Semagka. Segelas jus semangka tanpa biji di pagi dan malam dapat mencegah rematik karena kelebihan asam urat. Jus ini akan mampu mendorong keluar asam urat.
Alpukat. Lemak nabati yang terkandung mampu memberikan lubrikasi secara alami pada persendiaan tulang seperti leher, siku, pergelangan tangan, pingul lutut, dan pergelangan kaki
Strawbery
Apel. Konsumsi apel yang difermentasi setengah cangkir 2x sehari akan membantu penyembuhan rematik.
Asparagus. Zat dalam asparagus dapat menghancurkan asam oksalat dalam ginjal dan dalam jaringan otot. Maka asparagus dapat menolong penderita rematik dan radang syaraf.
4.penuhi kebutuhan tubuh akan cairan, karena air membentuk 70 persen tulang rawan pada sendi yang bersifat sebagai pelumas sehingga tulang tidak bertemu satu sama lain.

Banyak mitos yang berkembang tentang rematik ini.. yang terkadang diyakini oleh masyarakat. Pengetahuan yang keliru ini yang kemudian bisa menimbulkan kekeliruan dalam menyikapinya seperti dibawah ini:
1.Rematik sering dikaitkan dengan cuaca dingin, seringnya mandi malam, terlalu sering mandi dan sering berada dalam ruangan dingin/AC. Mitos sepeerti ini memang amat populer. Namun, tidak terbukti kebenarannya, karena secara patologis tidak ada kaitannya antara hal tersebut dengan timbulnya penyakit rematik.
Fakta : Penderita rematik, sama seperti pada orang sehat, dimana setiap kali tubuh terkena air dingin atau suhu dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengkerut. Hal ini tentunya bisa menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Anjuran yang diberikan pada penderita rematik adalah mandi dengan air hangat sehingga bisa mengurangi nyeri pada persendiannya di samping menggunakan obat-obatan.
Jadi bukan mitos tersebut yang menyebabkan rematik, tetapi bila mitos tersebut dilakukan pada penderita rematik maka akan semakin sakit.
2.Rematik disebabkan oleh makanan seperti jeroan. Mitos ini juga banyak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.
Fakta : Tidak semua penyakit rematik berkaitan dengan konsumsi makanan jeroan. Dari sekitar lebih dari 100 macam rematik hanya satu yang berkaitan dengan makanan (jeroan), yaitu Artritis Gout/Pirai. Penyakit ini diakibatkan oleh kenaikan kadar asam urat, sedangkan penyakit rematik lainnya tidak. Artritis Gout/Pirai ini sendiri merupakan macam penyakit rematik yang menimbulkan rasa sakit yang paling berat.
3.Rematik hanya menyerang wanita.
Fakta : Dari sekitar 150an macam penyakit rematik, tidak hanya wanita yang diserang. Sebagai contoh untuk macam penyakit rematik seperti Lupus dan Arthritis Reumathoid memang lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria. Sedangkan pada penyakit Artritis Gout/Pirai dan Ankilosis Spondilitis ternyata lebih banyak menyerang kaum pria.
4.Rematik hanya menyerang sendi dan tulang.
Fakta : Penyakit sendi terutama memang menyerang sendi. Namun, jaringan sekitar sendi juga dapat terkena, termasuk beberapa organ seperti jantung dan ginjal. Penyakit rematik ini dapat diikuti oleh demam, letih, lelah, berat badan turun, dan sebagainya.
5.Rematik memerlukan antibiotika untuk mengatasi sendi yang bengkak.
Fakta : Antibiotika hanya digunakan pada arthritis yang disebabkan oleh infeksi (Septik Artritis). Apabila tidak ada infeksi, penggunaan antibiotika adalah sesuatu yang tidak perlu. Antibiotika juga tidak diberikan secara rutin walaupun sendi terlihat membengkak dan merah, hal ini berbeda dengan pemberian Obat Anti Radang Sendi (OAINS). Namun, khusus untuk Demam Rematik (pada anak) diperlukan pemberian antibiotika khusus untuk mencegah kelainan katup jantung.
6.Mitos : Semua obat anti radang sendi adalah sama. Mitos ini berkembang seiring dengan banyaknya obat anti radang yang tersedia.
Fakta : Tidak semua obat anti radang sama, terutama dari segi keamanannya. Pemakaian obat anti radang sendi yang sudah dikenal sejak lama menyebabkan efek samping berupa gangguan pada saluran pencernaan dan fungsi ginjal. Gangguan pencernaan ini bisa sampai menyebabkan perdarahan akibat pecahnya saluran pencernaan sehingga bisa berakibat fatal. Namun, kini sudah tersedia pengobatan penyakit rematik dengan obat anti radang sendi yang terbaru yaitu obat yang bernama generik Celecoxib dimana efek samping obat ini pada saluran pencernaan dan ginjal berdasarkan hasil penelitian yang sudah ada terbukti sangat minimal, sehingga bisa dikatakan lebih aman dibandingkan dengan obat anti radang sendi yang lain. Obat ini bekerja spesifik pada enzim COX-2 yang memicu peradangan. Sementara obat anti radang sendi yang lama menekan COX-1 dan COX-2. Padahal COX-1 diperlukan untuk melindungi lambung dan ginjal, sehingga pada penggunaan obat anti radang sendi yang lama perlu disertai obat penetralisir lambung.

Sumber:
http://www.jasapembuatanblog.com/4-tips-mudah-mencegah-rematik
http://www.ripiu.com/article/read/ripiu-Mencegah-Rematik
http://www.ibujempol.com/pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-rematik
http://fik-unipdu.web.id/index.php/news-article/73-antara-mitos-dan-fakta-tentang-rematik?lang=en
Read More..

Jumat, 29 Oktober 2010

Kolesterol


Mungkin kata kolesterol bukanlah sesuatu yang asing ditelinga kita… kata kolesterol ini sering dikaitkan dengan berat badan yang berlebih, tensi yang tinggi, usia yang semakin lanjut selain itu juga sering dikaitkan dengan makanan yang lezat atau yang berminyak…
Jadi sebenarnya apa sih kolesterol itu…?? Marilah kita sama- sama mengenal tentang kolesterol ini..

Apa sih sebenarnya kolesterol??
Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak yang ada dalam tubuh. Kolesterol ini 80%nya dihasilkan oleh hati dan sisanya 20% berasal dari luar. Lemak yang dari luar ini lah yang menyebabkan kita mengalami kelebihan kolesterol.
Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya lemak adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Lemak ini berfungsi untuk melindungi tubuh saat dingin dan yang lebih penting lagi lemak ini berfungsi untuk cadangan kalori dalam tubuh. Akan tetapi bila kolesterol yang ada dalam lemak ini berlebihan maka akan berbahaya bagi tubuh.
Kolesterol yang tinggi ini akan menyebabkan darah menjadi kental sehingga kadar oksigen dalam darah berkurang, selain itu juga menyebabkan gejala-gejala kekurangan oksigen seperti sakit kepala, pegel-pegel atau tidak nyaman ditengkuk, perasaan berputar di kepala seperti ingin jatuh, dada berdebar dan telinga berdenging. Namun, banyak juga yang tidak disertai gejala dan ini lah yang perlu diwaspadai. Tinggi atau rendahnya kadar kolesterol dalam tubuh dapat diketahui dari pemeriksaan darah di labolatoriun.

Bahaya kah kolesterol bagi tubuh?

Kolesterol yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan dalam tubuh. Beberapa gangguan yang dapat dipicu oleh kolesterol adalah arterosklerosis, hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus, disfungsi ereksi.

Lalu bagaimana mengendalikan kolesterol
Kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai hal seperti yang telah dikemukakan diatas. Kolesterol ini tidak hanya menimpa orang yang bertubuh gemuk saja.. tetapi orang yang bertubuh kurus dan masih muda. Berbagai kalangan umum harus mulai menjaga pola hidup sehat, agar dapat terhindar dari kolesterol. Berikut ini beberapa cara untuk mengendalikan kolesterol.
1.Diet
Pengendalian kolesterol dilakukan dengan mengurangi makanan yang berlemak dan kolesterol. Beberapa hal yang dianjurkan dalam hal ini yaitu konsumsi lah susu yang rendah lemak, kurangi konsumsi daging, cari lah makanan yang mengandung lemak tak jenuh dari pada lemak jenuh, hindari menggoreng dengan minyak secara berulang – ulang dan akan lebih baik anda menghindari makanan yang digoreng. Pengendalian kolesterol ini bukan berarti Anda dilarang makan makanan yang enak, hanya saja perlu mengurangi atau menghindari makanan yang berlemak. Idealnya makanan mengandung 30% lemak, 50-60% karbohidrat dan 20% protein. Usahakan jangan mengkonsumsi kolesterol lebih dari 300mg per hari.
Prinsip dalam diet:
• Penggunaan lemak dibatasi (terutama lemak jenuh)
• Lebih banyak menggunakan lemak tak jenuh.
• Penggunaan bahan makanan yang mengandung banyak kolesterol (hewani) dibatasi.
• Jumlah kalori dibatasi pada penderita yang gemuk.
• Protein sesuai kebutuhan
• Tinggi serat

Makanan Yang Diperbolehkan :
•Yang mengandung lemak tak jenuh : minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan; minyak kacang tanah, minyak sawit, minyak jagung, minyak kedelai, margarine
•Sumber Hidrat arang : nasi, nasi tim, bubur, roti gandum, makaroni, pasta, jagung, kentang, ubi dan talas, havermout, sereal (hidrat arang kompleks yang banyak mengandung serat).
•Sumber protein :
Nabati : tempe, tahu, oncom dan kacang2an (kacang ijo, kacang tanah, kedelai)
Hewani : daging tak berlemak, ayam tanpa kulit, ikan,
•Sayuran yang tidak menimbulkan gas : bayam, buncis, labu kuning, labu siam, wortel, tauge. Tomat, kacang panjang
•Makanan yang tidak berlemak dan menggunakan santan encer. Gunakan minyak untuk menumis.

Makanan Yang Dibatasi :
•Sumber Hidrat arang : mie, roti putih, ketan, kue-kue, cake, biskuit, pastries.
•Sumber protein hewani : daging kurus 1 x/mg, , ayam 3x/mg, bebek, sarden (makanan kaleng), udang, cumi dan kuning telor 1x/mg.
•Sayuran yang mengandung gas : kol, sawi, nagka muda, lobak.
•Buah-buahan yang mengandung alkohol : durian, nangka tua, anggur, nenas.
•Makanan yang berlemak dan menggunakan santan kental, makanan yang digoreng
•Minuman yang mengandung soda dan alkohol : kopi, teh kental, tape

Makanan yang dihindari :
•Yang mengandung lemak jenuh : Minyak yang berasal dari hewan ; lemak sapi, babi,
kambing, susu penuh (full cream), cream, keju mentega.
•Minyak kelapa, santan kental, mayonaise
•Daging berlemak (daging merah) dan Jeroan : kambing, sapi, babi, otak, limpa, ginjal, hati, kuning telor, jantung, ham, sosis, babd, usus
•Minuman keras : arak, ciu, bir, brendi

2.Konsumsi Makanan Berserat
Perbanyak lah makanan yang berserat seperti gandum, kacang-kacangan, sayuran dan buah. Jenis makanan ini dapat menyerap kolesterol dari darah dan membawanya kelur.
3.Konsumsi antioksidan
Makanan yang banyak mengandung antioksidan adalah buah-buahan seperti jeruk, strobery, pepaya atau labu. Mengkonsumsi bawang putih seccara teratur juga dapat menurunkan kolestrol.
4.Hindari rokok dan alkohol
Rokok dan alkohol ini membuat kolesterol menjadi mudah menumpuk pada aliran darah. Seorang perokok 2-3 kali lebih mungkin terkena stroke dan umumnya terjadi penyumbatan di kaki yang menyebabkan kejang saat olahraga.
5.Menjaga berat badan
Kegemukan dapat menimbulkan berbagai penyakit lain seperti DM, hipertensi yang pada taraf selanjutnya dapat membut terjadinya jantung koroner
6.Olahraga
Berolahragalah sesuai dengan kemampuan dan umur. Olahraga yang efektif adalah yang melibatkan otot-otot besar seperti paha, lengan atas serta pinggul.
Lakukanlah senam, aerobik, jalan kaki, bersepeda, dan sejenisnya paling tidak 3 kali seminggu masing-masing 1 jam. Bagi yang telah menginjak usia tengah baya ke atas sebaiknya memeriksakan diri ke dokter dulu. Hal ini untuk mengetahui ada tidaknya penyakit yang menyertai sehingga dapat ditentukan olahraga yang sesuai.

Bagi yang sudah terkena bisa kah sembuh?? Seperti sudah diketahui sebelumnya bahwa 80% kolesterol dihasilkan oleh tubuh sendiri, oleh sebab itu kolesterol tidak dapat disembuhkan. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah mengendalikan, mengurangi kolesterol yang sudah melebihi dari normal dan mempertahankan kadarnya agar tetap normal.

dibawah ini gambaran pembuluh darah yang mengalami kolesterol





Sumber:
tentang-kolesterol.blogspot.com
daftar diet DEPARTEMEN KESEHATAN R.I.DIREKTORAT GIZI MASYARAKATSUBDIT. GIZI KLINIS
Read More..