Bagi seorang ibu melahirkan seorang anak yang mungil merupakan suatu anugrah yang luar biasa, suatu nikmat yang menyenangkan dan membuat senang... Akan tetapi kesenangan ini akan mulai terganggu ketika si bayi mulai menangis. Berbagai cara dan upaya akan ibu lakukan untuk membuat tangisan bayinya berhenti. Rasa lelah, capek, bingung dan emosi akan mulai muncul apalagi bila tangisnya tidak kunjung berhenti. Sehingga akan lebih baik jika ibu mengenali jenis tangisan si bayi sehingga kita akan lebih mudah untuk membuatnya tenang dan berhenti menangis. Dibawah ini ada beberapa macam jenis tangisan bayi dan tips yang mungkin dapat membantu.Tangisan Aku Ingin Menyusu:
Bayi mulai menangis jika lapar. Tangisannya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikians seterusnya.
Tips: susui dia hingga kenyang. Atau, jangan-jangan sudah waktunya makan?
Tangisan popokku kotor
Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak dari rasa tidak nyaman. Tangisan popokku kotor biasanya perlahan,lalu makin keras dan makin keras. Anda bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya.
Tips: segera periksa popoknya. Ia barangkali memerlukan popok yang baru.
Tangisan Badanku Sakiiit:
Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi.
Tips: temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.
Tangisan minta gendong:
Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya. Tangisan Aku Bosan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya.
Tips: ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya ia jatuh tertidur.
Tangisan kesepian:
Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah.
Tips: luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.
Tangisan Aku Bosan
Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menagis seperti ini selama ia merasa bosan.
Tips, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.
(sumber: CyberNews Suara Merdeka)
Read More..


