Jumat, 19 November 2010

REMATIK....... 'atritis'


Sering orang mengatakan untuk tidak mandi malam hari karena takutnya akan terkena penyakit rematik. Mereka mengatakan orang yang terkena rematik akan merasakan sakit yang luar biasa dipersendian. Benarkah demikian…? Rematik ini dapat menyerang siapa saja baik yang tua maupun yang muda. Rematik ini merupakan sindrom dengan tiga keluhan utama yaitu nyeri, kaku dan kelemahan sendi. Bisa kita baying kan bagaimana bila sendi-sendi yang bisa membuat kita bergerak dengan fleksibel, tidak seperti robot ini, mengalami hal tersebut. Dan apa sebenarnya rematik itu?

Seputar rematik
Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan daerah sekitarnya. Rematik ini bisa menyerang seluruh tubuh mulai dari kepala sampai kaki. Penyakit ini bisa disebut juga dengan Atritis. Gejala yang timbul antara lain pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun bagian sendi-sendi yang lain, gangguan di otot dan tendon.

Ada sekitar 150-an jenis rematik. Akan tetapi ada sekitar empat jenis rematik yang sering dijumpai di masyarakat kita yaitu, osteoatritis (pengapuran), rematik luar sendi yang menyerang jaringan diluar tulang rawan, rematik peradangan dan rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.

Sekitar 50% penyakit ini terjadi karena pengapuran. Pengapuran berarti terjadinya penipisan jaringan tulang rawan di persendian yang berfungsi sebagai bantalan. Bantalan pada persendian yang aus ini menyebabkan gesekan antar tulang sehingga timbulah rasa nyeri. Pengapuran ini merupakan suatu proses penurunan fungsi tubuhyang dimulai usia 40 tahun, tetapi setiap orang mempunyai proses yang berbeda-beda. Ada yang 40 tahu sudah rematik, tetapi yang usia 70 tahun belum mengalami rematik pun ada. Cepat lambatnya proses pengapuran tadi disebabkan oleh factor mutu tulang rawan dan berat badan.

Jenis rematik lain yang banyak diderita oleh orang didunia adalah atritis rheumatoid (AR) atau peradangan sendi. Penyakit ini banyak ditemukan pada usia 20-50 tahun yang ditandai dengan kaku saat bangun tidur jam dan penderita sulit untuk bergerak paling tidak 1, radang sendi pada 3 daerah persendian atau lebih karena pembengkakan jaringan lunak, persendian atau penumpukan cairan dan dipastikan bukan pertumbuhan tulang, benjolan kecil di bawah kulit.

Gangguan autoimun seperti penyakit lupus termasuk dalam peradangan ini. Pada kondisi ini kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagai bakteri, virus atau benda asing yang masuk kedalam tubuh. Kekebalan tubuh malah merusak jaringan tubuh yang sehat termasuk juga jaringan di persendian.

Penyebab penyakit ini bisa juga karena kadar asam urat yang tinggi dan sebab yang lain. Penyakit karena asam urat yang tinggi ini sering dijumpai pada pria yang berusia 30an-40an. Hal ini disebabkan karena adanya produksi purin yang berlebihan sehingga ditimbun di persendian dan menyebabkan sakit.

Pengeroposan tulang (Osteoporosis) juga termasik dalam jenis rematik. Osteoporosis merupakan kondisi ketika jumlah jaringan tulang telah berkurang dan beresiko besar terjadinya patah tulang, penyebabnya adalah hormon ekstrogen berkurang biasanya terjadi pada wanita yang sudah menepouse, alkohol, rokok, kurangnya aktifitas, kekurangan asupan kalsium, kurangnya pancaran sinar matahari.

Bisakah penyakit ini dicegah?
Agar terhindar dari rematik beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan.
1.Olahraga secara teratur, bukan hanya untuk kesehatan jantung tetapi juga sangat baik untuk otot, sendi dan tulang.
Olah raga seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat. Hal ini dikarenakan jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot, dan membangun tulang kuat tanpa menganggu persendian yang sakit. Untuk melakukan olah raga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ataupun terapis untuk mengetahui gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olah raga yang terlalu membebani lutut seperti voli, bulutangkis, atau bela diri. Sebaiknya jangan berdiri terlalu lama karena akan menimbulkan rasa sakit.
2.Peregangan. Setiap pagi setelah bangun tidur lakukanlah peregangan karena bisa meningkatkan kekuatan otot dan membantu meningkatkan rentang gerak sendi Anda. Pastikan Anda melakukan pemanasan otot dan sendi sebelum peregangan. Hal itu karena peregangan sebelum pemanasan, bisa memperburuk nyeri sendi dan bahkan menimbulkan ketegangan pada otot.
3.konsumsi makanan sehat dan bayak mengandung vitamin C serta kalsium. Kedua nutrisi tersebut sangat penting untuk kesehatan tulang dan otot. Ada beberapa buah dan sayur yang disarankan seperti:
Semagka. Segelas jus semangka tanpa biji di pagi dan malam dapat mencegah rematik karena kelebihan asam urat. Jus ini akan mampu mendorong keluar asam urat.
Alpukat. Lemak nabati yang terkandung mampu memberikan lubrikasi secara alami pada persendiaan tulang seperti leher, siku, pergelangan tangan, pingul lutut, dan pergelangan kaki
Strawbery
Apel. Konsumsi apel yang difermentasi setengah cangkir 2x sehari akan membantu penyembuhan rematik.
Asparagus. Zat dalam asparagus dapat menghancurkan asam oksalat dalam ginjal dan dalam jaringan otot. Maka asparagus dapat menolong penderita rematik dan radang syaraf.
4.penuhi kebutuhan tubuh akan cairan, karena air membentuk 70 persen tulang rawan pada sendi yang bersifat sebagai pelumas sehingga tulang tidak bertemu satu sama lain.

Banyak mitos yang berkembang tentang rematik ini.. yang terkadang diyakini oleh masyarakat. Pengetahuan yang keliru ini yang kemudian bisa menimbulkan kekeliruan dalam menyikapinya seperti dibawah ini:
1.Rematik sering dikaitkan dengan cuaca dingin, seringnya mandi malam, terlalu sering mandi dan sering berada dalam ruangan dingin/AC. Mitos sepeerti ini memang amat populer. Namun, tidak terbukti kebenarannya, karena secara patologis tidak ada kaitannya antara hal tersebut dengan timbulnya penyakit rematik.
Fakta : Penderita rematik, sama seperti pada orang sehat, dimana setiap kali tubuh terkena air dingin atau suhu dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengkerut. Hal ini tentunya bisa menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Anjuran yang diberikan pada penderita rematik adalah mandi dengan air hangat sehingga bisa mengurangi nyeri pada persendiannya di samping menggunakan obat-obatan.
Jadi bukan mitos tersebut yang menyebabkan rematik, tetapi bila mitos tersebut dilakukan pada penderita rematik maka akan semakin sakit.
2.Rematik disebabkan oleh makanan seperti jeroan. Mitos ini juga banyak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.
Fakta : Tidak semua penyakit rematik berkaitan dengan konsumsi makanan jeroan. Dari sekitar lebih dari 100 macam rematik hanya satu yang berkaitan dengan makanan (jeroan), yaitu Artritis Gout/Pirai. Penyakit ini diakibatkan oleh kenaikan kadar asam urat, sedangkan penyakit rematik lainnya tidak. Artritis Gout/Pirai ini sendiri merupakan macam penyakit rematik yang menimbulkan rasa sakit yang paling berat.
3.Rematik hanya menyerang wanita.
Fakta : Dari sekitar 150an macam penyakit rematik, tidak hanya wanita yang diserang. Sebagai contoh untuk macam penyakit rematik seperti Lupus dan Arthritis Reumathoid memang lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria. Sedangkan pada penyakit Artritis Gout/Pirai dan Ankilosis Spondilitis ternyata lebih banyak menyerang kaum pria.
4.Rematik hanya menyerang sendi dan tulang.
Fakta : Penyakit sendi terutama memang menyerang sendi. Namun, jaringan sekitar sendi juga dapat terkena, termasuk beberapa organ seperti jantung dan ginjal. Penyakit rematik ini dapat diikuti oleh demam, letih, lelah, berat badan turun, dan sebagainya.
5.Rematik memerlukan antibiotika untuk mengatasi sendi yang bengkak.
Fakta : Antibiotika hanya digunakan pada arthritis yang disebabkan oleh infeksi (Septik Artritis). Apabila tidak ada infeksi, penggunaan antibiotika adalah sesuatu yang tidak perlu. Antibiotika juga tidak diberikan secara rutin walaupun sendi terlihat membengkak dan merah, hal ini berbeda dengan pemberian Obat Anti Radang Sendi (OAINS). Namun, khusus untuk Demam Rematik (pada anak) diperlukan pemberian antibiotika khusus untuk mencegah kelainan katup jantung.
6.Mitos : Semua obat anti radang sendi adalah sama. Mitos ini berkembang seiring dengan banyaknya obat anti radang yang tersedia.
Fakta : Tidak semua obat anti radang sama, terutama dari segi keamanannya. Pemakaian obat anti radang sendi yang sudah dikenal sejak lama menyebabkan efek samping berupa gangguan pada saluran pencernaan dan fungsi ginjal. Gangguan pencernaan ini bisa sampai menyebabkan perdarahan akibat pecahnya saluran pencernaan sehingga bisa berakibat fatal. Namun, kini sudah tersedia pengobatan penyakit rematik dengan obat anti radang sendi yang terbaru yaitu obat yang bernama generik Celecoxib dimana efek samping obat ini pada saluran pencernaan dan ginjal berdasarkan hasil penelitian yang sudah ada terbukti sangat minimal, sehingga bisa dikatakan lebih aman dibandingkan dengan obat anti radang sendi yang lain. Obat ini bekerja spesifik pada enzim COX-2 yang memicu peradangan. Sementara obat anti radang sendi yang lama menekan COX-1 dan COX-2. Padahal COX-1 diperlukan untuk melindungi lambung dan ginjal, sehingga pada penggunaan obat anti radang sendi yang lama perlu disertai obat penetralisir lambung.

Sumber:
http://www.jasapembuatanblog.com/4-tips-mudah-mencegah-rematik
http://www.ripiu.com/article/read/ripiu-Mencegah-Rematik
http://www.ibujempol.com/pencegahan-dan-pengobatan-penyakit-rematik
http://fik-unipdu.web.id/index.php/news-article/73-antara-mitos-dan-fakta-tentang-rematik?lang=en
Read More..