Rabu, 02 September 2009

Hidup adalah Pilihan

Ada 2 buah bibit tanaman yang terdampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata ” Aku ingin tumbuh besar, aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunas ku diatas tanah yang keras ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.

Dan bibit itu tumbuh makin menjulang.

Bibit ke dua bergumam ” Aku takut. Jika kutanamkan akarku kedalam tanah ini, aku tidak tahu, apa yang akan kutemui dibawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunasku akan hilang? Bukankah nanti tunasku akan terkoyak.

Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutiku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semua aman”.

Dan bibit itu menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaaplokkan segera.

Cobaan yang berkaitan dengan pilihan pasti ada dalam hidup ini. Pilihan antara baik buruk, antara bermanfaat atau tidak, antara cocok atau tidak dan pilihan-pilihan lain. Nasihat pun meluncur ” Hidup adalah pilihan, maka pilihlah sesuai hati nurani mu dengan bijak”. Memang seperti itulah hidup selalu ada pilihan dan selalu ada lakon-lakon yang harus kita perankan.

Namun, sering kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbang-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tidak mau melangkah, tidak mau menatap hidup.

Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

Sumber: buku motivasi net (Ir. Andi Muzaki, SH, MT)
Read More..

Kafein dalam Kehamilan

Kafein adalah suatu stimulans yang banyak ditemukan dalam makanan, hidangan dan beberapa obat. Kafein secara alami dihasilkan oleh bermacam tumbuhan. Bahan ini juga ditambahkan kepada beberapa makanan dan hidangan untuk menambah selera. Menurut kebanyakan orang sumber utama dari kefein berasal dari kopi. Lalu ada gak si pengaruhnya buat ibu hamil?? baik ato buruk?? kali ini saya mencoba menyajikan mengenai pengaruh dan seluk beluk kafein bagi bumil (ibu hamil)....

Para ahli setuju bahwa sejumlah kecil dari kafein (sepadan dengan satu sampai dua cangkir, 8 ons kopi satu hari) aman selama kehamilan (1). Keamanan untuk penggunaan kafein yang lebih banyak masih diperdebatkan. Beberapa studi menyatakan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah banyak (3 atau lebih cangkir kopi dalam satu hari) dapat meningkatkan resiko dari keguguran dan terjadinya BBLR (2). Bagaimanapun, tidak ada bukti yang benar bahwa kafein menyebabkan masalah ini. Sampai dikenal, wanita-wanita perlu membatasi konsumsi kafein selama kehamilan.

Apa saja makanan dan hidangan yang berisi kafein? 
Kafein ditemukan di dalam kopi, teh, beberapa minuman ringan dan coklat. produk-produk bercitarasa kopi, seperti yogurt dan es krim, makanan berisi kafein, seperti halnya produk-produk seperti sirup coklat dan cocoa panas. 

Jumlah dari kafein di dalam makanan dan hidangan bervariasi ukurannya. Bagaimana kopi atau teh disajikam dan jenis dari kacang atau daun yang digunakan juga mempengaruhi kandungan kafein. Secara umum, bir kopi memiliki kandungan kafein yang paling tinggi, rata-rata 137 miligram (mg) per cangkir (3). Kopi instan berisi sekitar 76 mg per cangkir (3). Suatu kaleng air soda 12 ons yang berkafein berisi sekitar 37 mg (3). Coklat secara umum mengandung kafein yang rendah. Para ahli percaya bahwa mengkonsumsi kurang dari sekitar 300 mg kafein per hari untuk kehamilan (2).

Apa saja pengobatan yang berisi kafein? 
Beberapa pengobatan menggunakan kafein untuk memulihkan sakit, migren, dingin dan menunda tidur. The Food and Drug Administration (FDA) mewajibkan adanya daftar label pengobatan mengenai jumlah dari kafein. Wanita-wanita hamil secara umum perlu menghindari pengobatan berisi kafein, dan perlu selalu memeriksa diri kepelayanan kesehatan sebelum menggunakan pengobatan dalam kehamilan. 

Beberapa produk herbal, seperti guarana, berisi kafein (4). FDA tidak mewajibkan produk herbal mengatakan berapa banyak jumlah kafein yang mereka gunakan, jadi banyak yang berbeda-beda. Wanita-wanita hamil perlu menghindari produk herbal karena keselamatan dalam kehamilan belum diteliti. 

Bagaimana cara kafein mempengaruhi tubuh? 
Kafein adalah suatu stimulans untuk meningkatkan kesiagaan. Kafein ini sedikit meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung dan peningkatan produksi urin 

Beberapa individu lebih sensitif terhadap kafein dibanding yang lain. Wanita hamil mungkin lebih sensitif terhadap kafein karena mereka lebih lama untuk menghilangkan kafein dari tubuh dibanding individu yang tidak hamil (2). Kafein mungkin menyebabkan beberapa individu merasakan gelisah/gugup, mempunyai masalah pencernaan atau memiliki masalah tidur 

Selama kehamilan, kafein dapat melewati plasenta dan menjangkau janin. Penelitian menyatakan bahwa kafein mungkin mempengaruhi denyut jantung janin dan pola pernafasan, meskipun demikian perubahan ini dipercaya tidak berbahaya (2). 

Apakah konsumsi kafein mempengaruhi kesuburan? 
Sejumlah kecil dari kafein mungkin tidak mengurangi kesempatan seorang wanita untuk hamil. Kebanyakan penelitian menemukan tidak ada pengaruh terhadap kesuburan ketika wanita-wanita mengkonsumsi kurang dari 300 mg kafein per hari. Beberapa penelitian sudah menemukan bahwa wanita yang konsumsi lebih dari 300 mg mungkin memiliki gangguan (2). Tetapi ini belum terbukti. 

Apakah konsumsi kafein berperan terhadap kejadian keguguran? 
Kebanyakan studi-studi sudah menemukan rendahnya konsumsi kafein (kurang dari 300 mg per hari) mungkin tidak meningkatkan resiko dari keguguran (2). Studi lain sudah menemukan bahwa wanita-wanita yang konsumsi kafein dalam jumlah besar (500 mg satu hari atau lebih) bisa dua kali lipat mengalami kejadian keguguran dibandingkan wanita yang mengkonsumsi lebih sedikit (5, 6). Bagaimanapun, beberapa studi sudah melaporkan tidak ada peningkatan resiko, dengan konsumsi kafein yang tinggi. 

Apakah kafein mempengaruhi BBL? 
Beberapa studi-studi menyatakan bahwa tingginya konsumsi kafein dapat menyebabkan rendahnya berat badan bayi lahir (2, 9). Bagaimanapun, jika konsumsi kafein mempengaruhi suatu berat badan lahir bayi, pengaruh itu sangat kecil terjadi (2, 9, 10). 

 Bayi-bayi dari wanita yang mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang besar (lebih dari 500 mg/day) bisa lebih mungkin untuk mengalami lebih cepat dalam bernafas dan laju denyut jantung dan tidur lebih sedikit pada hari-hari awal hidup (11). 

Apakah aman bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi kafein selama menyusui? 
Akademi Pediatri dari Amerika menganggap aman bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi kafein selagi menyusui (12). Bagaimanapun, sejumlah kecil dari kafein dapat memasuki ASI, maka wanita-wanita perlu membatasi konsumsi mereka. 

References
1. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Your Pregnancy and Birth, 4th edition ACOG, Washington, DC, 2005.

2. Reproductive Toxicology Center. Caffeine. Updated 10/04/04, accessed 10/4/05.  

3. U.S Department of Agriculture, Agricultural Research Service, 2000.

4. Skidmore-Roth, L. Guarana, in Mosby’s Handbook of Herbs and Natural Supplements, 2nd edition. St. Louis, Missouri, Mosby, 2004, pages 486-489.

5. Cnattingus, S., et al. Caffeine Intake and the Risk of First-Trimester Spontaneous Abortion. New England Journal of Medicine, volume 343, number 25, pages 1839-1845.

6. Klebanoff, M., et al. Maternal Serum Paraxanthine, a Caffeine Metabolite, and the Risk of Spontaneous Abortion. New England Journal of Medicine, November 25, 1999, volume 341, pages 1639-1644.


9. Bracken, M.B. Association of Maternal Caffeine Consumption with Decrements in Fetal Growth. American Journal of Epidemiology, 2003, volume 157, pages 456-466.

10. Clausson, B., et al. Effect of Caffeine Exposure During Pregnancy on Birthweight and Gestational Age. American Journal of Epidemiology, 2002, volume 155, number 5, pages 429-436.

11. Organization of Teratology Information Services (OTIS). Caffeine and Pregnancy. Updated Dec. 2001. 

12. American Academy of Pediatrics, Committee on Drugs. Policy Statement: The Transfer of Drugs and Other Chemicals into Human Milk. Pediatrics, September 2001, volume 108, number 3, pages 776-789.


Sumber: www.marchofdimes.com
Read More..

BOUNDING ATTACHMENT

Jam-jam pertama segera setelah kelahiran meliputi suatu masa yang unik yang disebut “masa sensitif ibu”. Dimana keterikatan ini akan terjalin. Agar terjadi suatu keterikatan adalah sangat penting agar ibu dan bayi bisa bersama. Dengan demikian perilaku dapat dilihat dan menandai permulaan dari keterikatan tersebut

Bounding adalah proses pembentukan sedangkan attachment (membangun ikatan) jadi bounding attachment adalah sebuah peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orangtua dan bayi. Hal ini merupakan proses dimana sebagai hasil dari suatu interaksi terus-menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan.

Cara untuk melakukan bounding ada bermacam-macam antara lain:
1. Pemberian ASI ekslusif
Dengan dilakukannya pemberian ASI secara ekslusif segera setelah lahir, secara langsung bayi akan mengalami kontak kulit dengan ibunya yang menjadikan ibu merasa bangga dan diperlukan , rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia.
2. Rawat gabung
Rawat gabung merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar antara ibu dan bayi terjalin proses lekat (early infant mother bounding) akibat sentuhan badan antara ibu dan bayinya. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologis bayi selanjutnya, karena kehangatan tubuh ibu merupakan stimulasi mental yang mutlak dibutuhkan oleh bayi. Bayi yang merasa aman dan terlindung, merupakan dasar terbentuknya rasa percaya diri dikemudian hari. Dengan memberikan ASI ekslusif, ibu merasakan kepuasan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya, dan tidak dapat digantikan oleh orang lain. Keadaan ini juga memperlancar produksi ASI, karena refleks let-down bersifat psikosomatis. Ibu akan merasa bangga karena dapat menyusui dan merawat bayinya sendiri dan bila ayah bayi berkunjung akan terasa adanya suatu kesatuan keluarga.
3. Kontak mata
Beberapa ibu berkata begitu bayinya bisa memandang mereka,mereka merasa lebih dekat dengan bayinya. Orang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak waktu untuk saling memandang. Seringkali dalam posisi bertatapan. Bayi baru lahir dapat diletakkan lebih dekat untuk dapat melihat pada orang tuanya.
4. Suara
Mendengar dan merenspon suara antara orang tua dan bayinya sangat penting. orang tua menunggu tangisan pertama bayi mereka dengan tegang. Suara tersebut membuat mereka yakin bahwa bayinya dalam keadaan sehat. Tangis tersebut membuat mereka melakukan tindakan menghibur. Sewaktu orang tua berbicara dengan nada suara tinggi, bayi akan menjadi tenang dan berpaling kearah mereka.
5. Aroma
Setiap anak memiliki aroma yang unik dan bayi belajar dengan cepat untuk mengenali aroma susu ibunya.
6. Entrainment
Bayi mengembangkan irama akibat kebiasaan. Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur pembicaraan orang dewasa. Mereka menggoyangkan tangan, mengangkat kepala, menendang-nendangkan kaki. Entrainment terjadi pada saat anak mulai bicara.
7. Bioritme
Salah satu tugas bayi baru lahir adalah membentuk ritme personal (bioritme). Orang tua dapat membantu proses ini dengan memberi kasih sayang yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu saat bayi mengembangkan perilaku yang responsif.
8. Inisiasi Dini
Setelah bayi lahir, dengan segera bayi ditempatkan diatas ibu. Ia akan merangkak dan mencari puting susu ibunya. Dengan demikian, bayi dapat melakukan reflek suckling dengan segera.

Berhasil atau tidaknya proses bounding attachment ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut :
1. Kesehatan emosional orang tua
Orang tua yang mengharapkan kehadiran si anak dalam kehidupannya tentu akan memberikan respon emosi yang berbeda dengan orang tua yang tidak menginginkan kelahiran bayi tersebut. Respon emosi yang positif dapat membantu tercapainya proses bounding attachment ini.
2. Tingkat kemampuan, komunikasi dan ketrampilan untuk merawat anak
Dalam berkomunikasi dan ketrampilan dalam merawat anak, orang tua satu dengan yang lain tentu tidak sama tergantung pada kemampuan yang dimiliki masing-masing. Semakin cakap orang tua dalam merawat bayinya maka akan semakin mudah pula bounding attachment terwujud.
3. Dukungan sosial seperti keluarga, teman dan pasangan
Dukungan dari keluarga, teman, terutama pasangan merupakan faktor yang juga penting untuk diperhatikan karena dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat akan memberikan suatu semangat / dorongan positif yang kuat bagi ibu untuk memberikan kasih sayang yang penuh kepada bayinya.
4. Kedekatan orang tua ke anak
Dengan metode rooming in kedekatan antara orang tua dan anak dapat terjalin secara langsung dan menjadikan cepatnya ikatan batin terwujud diantara keduanya.
5. Kesesuaian antara orang tua dan anak (keadaan anak, jenis kelamin)
Anak akan lebih mudah diterima oleh anggota keluarga yang lain ketika keadaan anak sehat / normal dan jenis kelamin sesuai dengan yang diharapkan.

Pada awal kehidupan, hubungan ibu dan bayi lebih dekat dibanding dengan anggota keluarga yang lain karena setelah melewati sembilan bulan bersama, dan melewati saat-saat kritis dalam proses kelahiran membuat keduanya memiliki hubungan yang unik.

Namun demikian peran kehadiran seorang ayah dan anggota keluarga yang lain juga dibutuhkan dalam perkembangan psikologis anak yang baik nantinya. Beberapa hal yang dapat dilakukan seorang laki-laki dalam proses perubahan peran menjadi seorang ayah, diantaranya :

1. Ketika ibu hamil, seorang suami akan merasa bangga karena dia akan mempunyai keturunan dan dia akan menjadi seorang ayah.
2. Ketika bayi lahir, maka suami akan merasa bahagia dan juga prihatin yang disebabkan oleh :
    - cemas akan biaya persalinan dan perawatan bayinya kelak

    - kekhawatiran adanya kecacatan pada bayinya, antara lain: kecewa, gelisah tentang    

       bagaimana perawatan bayi dan bagaimana nasibnya kelak, dan lain sebagainya.

    - Gelisah tentang kemampuan merawat dan mendidik anaknya (pesimis akan

       keberhasilannya sebagai seorang ayah)

    - Harapan orang tua tidak sesuai dengan kenyataan, khususnya maasalah jenis kelamin.

Standardisasi cara mengevaluasi interaksi orang tua – bayi telah dikemukakan oleh Gray dan asosiasinya pada tahun 1975.


Terdiri dari tiga observasi yang dibuat di ruang bersalin selama dan segera setelah bayi lahir dan kembali selama dua samapi tiga hari periode post partum. Nilai 1-4 diberikan dalam setiap observasi dan nilai tersebut dijumlahkan dalam setiap periode. Interaksi yang sangat positif akan memberikan nilai 10 sampai 12 untuk setiap periode. Interaksi sangat negatif akan memberikan skor 3-6. Konseling tindak lajut bagi orang tua dengan skor yang rendah merupakan indikasi untuk mencegah penyalahgunaan akan dan megajarkan cara pengasuhan anak.

Referensi

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.2002.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiirohardjo

Manajemen Laktasi, cetakan ke-2.2004.Jakarta:Program Manajemen Laktasi Perkumpulan Perinatologi Indonesia

Mary, Hamilton.1995. Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas.Jakarta:EGC

Soetjiningsih,dr.1995.Tumbuh Kembang Anak.Jakarta:EGC

Varney, H.1997.Varney’s Midwifery Third Edition._Jones and Bartlett. New York

http://gembilgembul.blogspot.com/
http://www.ayahbunda-online.com/info_detail.asp?id=kehamilan&info_id=348
Read More..

Minggu, 31 Mei 2009

Obat Awet Muda

Awet muda adalah dambaan setiap orang. Tidak sedikit orang yang rela mengorbankan hartanya untuk mendapatkan kecantikan baik dengan cara yang rasional sampai cara yang tidak masuk akal. Nah, dibawah ini ada resep sederhana yang tidak perlu mengeluarkan uang banyak dan dan tentunya rasional
1. Selalu aktif. Ibarat pisau, kalau sering diasah, tidak cepat berkarat. Begitu juga tubuh. Kalau kita selalu aktif, kita akan kelihatan bugar, bercahaya dan tampak awet muda.

2. Hadapi masalah dengan tenang dan santai tanpa melupakan masalah itu sendiri.

3. Binalah pergaulan yang luas. Banyak – banyaklah bergaul dengan orang yang muda, maka kita akan terbawa muda walaupun kita sudah tua.

4. Jauhkan Amarah. Kemarahan memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap kondisi fisik dan psikologis.

5. Nikmatilah hidup. Nikmati apa yang diperoleh dengan riang gembira.

6. Jangan tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan. Kesedihan hari ini cukuplah dirasakan hari ini saja. Sebab, hari esok akan ada kesedihan lain.

7. Tertawa dan tersenyumlah. Lebih mudah menghadapi kehidupan ini dengan tersenyum daripada menggerutu.

8. Hindari pikiran negatif. Iri hati, kedengkian dan dendam membuat pikiran tidak tenang dan wajah menjadi tampak suram

Intisari edisi 5
Read More..

Jumat, 29 Mei 2009

Keputihan yang mengganggu

Leukhorea atau sering disebut keputihan ini merupakan masalah yang sering dialami wanita. Bagi kita periksa kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu. Perlu disadari bahwa keputihan ini bisa mengakibatkan kemandulan dan kanker.
Pada dasarnya dalam keadaan normal, organ vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna dan jumlah tidak banyak. Cairan ini berfungsi untuk perlindungan alami, mengurangi gesekan di dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit.

Keputihan ini dapat diidentifikasi berdasarkan gejala yang muncul. Gejala ini bisa diamati dari sifat cairan yang keluar. Sumber cairan ini dapat berasal dari vagina, cairan servix, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.
Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).
Cairan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab, maka kemungkinan wanita tersebut menderita vaginitis, servisitis, gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi. Warna coklat timbul akibat perdarahan yang terjadi akibat kelainan tersebut.
Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.
Jika cairan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang wanita kelebihan hormon estrogen.
Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.
Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.
Terakhir, bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.



Read More..

10 cara mengurangi kelelahan

10 cara mengurangi kelelahan

Apakah anda sering merasa kehilangan semangat? dibawah ini ada 10 cara sederhana untuk mengatasi lelah yang sering mendera.


1.Bergeraklah! Gerakkan badan mengembalikan energi yang dikeluarkan, dan membuat anda siaga dan bersemangat.



2.Cari teman latihan. Penelitian menunjukkan orang lebih tahan ikut program kebugaran kalau bersama-sama teman.



3.Jauhkan permen! Memang mengulun permen akan membuat Anda mendapatkan energi penuh, tapi anda kemudian akan menjadi lebih letih dari sebelumnya.



4.Dehidrasi adalah sumber kelelahan karena itu minumlah sedikitnya 8 gelas selama sehari. Kurangi minum kopi karena minum lebih dari satu cangkir srhari dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan secara drastis.



5.Kenalilah jam biologis Anda. Sepanjang hari, tubuh mengikuti ritme alami. Jadi cocokkan aktivitas Anda agar benar – benar efisien. Kewaspadaan mental paling prima pada pagi hari. Siang hari sangat cocok untuk mengerjakan tugas – tugas yang membosankan.



6.Tidurlah sejenak. Tidur sebentar di siang hari saat otak lelah dapat menyegarkan semangat.



7.Makan beberapa kali dalam porsi kecil lebih baik daripada makan tiga kali dam porsi banyak. Hal ini menghindarkan lonjakan kadar gula darah yang menimbulkan kelelahan.



8.Jauhi gula dan lemak karena menyebabkan kantuk. Makanlah sedikit nasi dan roti.



9.Bervariasilah! Perubahan rutinitas sekecil apapun dapat menggembirakan hati.



10.Kurangi stress. Jangan memikirkan masalah – masalah diluar kemampuan Anda. Konsentrasilah terhadap apa – apa yang dapat Anda lakukan
Read More..

Berpergian saat hamil

Berpergian atau rekreasi bagi ibu hamil memang perlu. Mereka memang memerlukan kondisi yang bisa membuat pikiran mereka rileks dan santai. Akan tetapi perlu diingat bahwa wanita yang sedang hamil muda sangat rawan terhadap gugurnya janin dalam kandungan (abortus).

Trimester dua atau setelah umur kehamilan 3 bulan merupakan saat yang paling baik untuk ibu hamil berpergian. Hal ini dikarenakan risiko terhadap kejadian abortus relatif kecil dan keluhan mornig sicknes umumnya sudah menghilang. Sedangkan berpergian saat usia kehamilan ibu di atas 28 minggu atau 7 bulan mungkin tidak nyaman karena perut ibu hamil sudah terlalu besar untuk berpergian.

Tips berpergian untuk ibu hamil:
1.Luangkan cukup waktu untuk beristirahat sebelum mulai dan selama perjalanan.
2.Gunakan kopor beroda.
3.Kenakan sepatu dan pakaian yang nyaman untuk ibu.
4.Minum sekurang – kurangnya segelas air atau jus buah setiap jam.
5.Bawalah selalu camilan yang bergizi dan berserat tinggi.
6.Bawa suplemen vitamin atau obat – obatan yang mungkin diperlukan.
7.Jika duduk dalam waktu lama, sanggalah punggung dengan bantal kecil dan tinggikan tungkai untuk memperlancar peredaran darah.

Berpergian dengan pesawat
Sampai saat ini belum ada laporan yang mengatakan bahayanya berpergian udara untuk ibu dan janin. Tetapi, ada maskapai penerbangan yang membatasi ibu hamil untuk penerbangan udara, misalnya meminta surat keterangan sehat dari dokter untuk wanita yang hamil diatas 32 minggu. Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil mengecek ke maskapai penerbangan yang akan digunakan mengenai ada tidaknya syarat khusus tersebut.
Di dalam pesawat:
1.Mintalah posisi tepat duduk di dekat lorong pesawat agar ibu hamil dapat bergerak bebas ( misalnya pergi ke toilet).
2.Duduk dalam posisi tenang dan pasang sabuk pengaman di bawah perut.
3.Hindari konsumsi teh atau kopi karena dapat menyebabkan retensi cairan.
4.Lakukan gerakan peregangan pada tungkai beberapa kali dalam setiap jam.
5.Kenakan stocking untuk membantu mengurangi trombosis ( terbentuknya bekuan darah dalam pembuluh darah).

Berpergian dengan mobil
Berpergian dengan mobil mungkin lebih nyaman bagi ibu hamil karena lebih bebas dalam mengatur keberangkatan dan juga dapat berhenti kapan saja untuk sekedar beristirahat dan buang air kecil.
Tips:
1.Gunakan sabuk pengaman
2.Berhentilah beberapa kali selama perjalanan untuk beristirahat atau berjalan – jalan sejenak atau pergi ke toilet.
3.Sering minum.
4.Hindari minum berkarbonat dan makanan tinggi lemak
Read More..

Minggu, 24 Mei 2009

58 langkah APN

Untuk melakukan asuhan persalinan normal dirumuskan 58 langkah asuhan persalinan normal sebagai berikut (Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, 2003):

1. Mendengar & Melihat Adanya Tanda Persalinan Kala Dua.

2. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul oksitosin & memasukan alat suntik sekali pakai 2½ ml ke dalam wadah partus set.

3. Memakai celemek plastik.

4. Memastikan lengan tidak memakai perhiasan, mencuci tangan dgn sabun & air mengalir.

5. Menggunakan sarung tangan DTT pada tangan kanan yg akan digunakan untuk pemeriksaan dalam.

6. Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan, isi dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set.

7. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan vulva ke perineum.

8. Melakukan pemeriksaan dalam - pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah.

9. Mencelupkan tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5%, membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%.

10. Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai – pastikan DJJ dalam batas normal (120 – 160 x/menit).

11. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran.

12. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Pada saat ada his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman.

13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran.

14. Menganjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.

15. Meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm.

16. Meletakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu

17. Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan

18. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan.

19. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 - 6 cm, memasang handuk bersih untuk menderingkan janin pada perut ibu.

20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin

21. Menunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar secara spontan.

22. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. Menganjurkan kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.

23. Setelah bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas.

24. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan ari telinjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin)

25. Melakukan penilaian selintas :

a. Apakah bayi menangi kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan?

b. Apakah bayi bergerak aktif ?

26. Mengeringkan tubuh bayi nulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang kering. Membiarkan bayi atas perut ibu.

27. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus.

28. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus berkontraksi baik.

29. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin 10 unit IM (intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin).

30. Setelah 2 menit pasca persalinan, jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi. Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama.

31. Dengan satu tangan. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi), dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut.

32. Mengikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya.

33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di kepala bayi.

34. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 -10 cm dari vulva

35. Meletakan satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.

36. Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah doroskrainal. Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik, hentikan penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan mengulangi prosedur.

37. melakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial).

38. Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban.

39. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik (fundus teraba keras)

40. Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap, dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia.

41. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Melakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan.

42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.

43. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam.

44. Setelah satu jam, lakukan penimbangan/pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotik profilaksis, dan vitamin K1 1 mg intramaskuler di paha kiri anterolateral.

45. Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral.

46. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam.

47. Mengajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.

48. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.

49. Memeriksakan nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.

50. Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik.

51. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi.

52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.

53. Membersihkan ibu dengan menggunakan air DDT. Membersihkan sisa cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu memakai memakai pakaian bersih dan kering.

54. Memastikan ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum.

55. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%.

56. Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0,5% melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%

57. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

58. Melengkapi partograf Read More..

Ngidam

Ngidam, biasanya menjadi keluhan pertama yang dirasakan wanita hamil. Ngidam ditandai oleh perasaan mual, kadang-kadang disertai muntah. Keadaan ini terjadi akibat diproduksinya hormon ß-hCG oleh tubuh wanita hamil.

Ngidam paling sering terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Jarang sekali wanita terus mengalami gejala ini setelah memasuki masa kehamilan selanjutnya.

Mual dan muntah biasanya lebih berat pada pagi hari. Tapi pada beberapa wanita, tidak ada perbedaaan beratnya mual dan muntah antara pagi, siang, atau malam.

Hingga kini belum ada rumusan pasti terkait penyebab timbulnya ngidam pada wanita hamil. Diduga berhubungan dengan perubahan hormon dan masalah psikis.Seperti halnya “keanehan” apa (makanan) yang diinginkan (diminta), penyebab ngidam masih sebuah misteri. Pernah ada anggapan bahwa ngidam berhubungan dengan reaksi tubuh terhadap kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, karbohidrat, dll) saat hamil, namun anggapan ini tidak dapat dibuktikan. Kenyataannya tidak semua wanita hamil yang ngidam kurang nutrisi dan tidak semua wanita hamil yang kurang nutrisi mengalami ngidam.


Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meringankan mual dan muntah saat ngidam.
1. Usahakan perut selalu terisi, tapi jangan terlalu banyak. Perut kosong dapat memperparah rasa mual. Makan beberapa kali sehari dalam porsi kecil, lebih baik daripada makan tiga kali sehari dengan porsi besar.
2. Untuk meringankan mual pagi hari, sebelum bangkit dari tempat tidur, isilah perut dengan sedikit makanan ringan. Tunggulah beberapa saat sampai makanan itu dicerna usus dengan baik, setelah itu baru bangun.
3. Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup.
4. Usahakan lebih banyak mengkonsumsi protein, misalnya ikan. Hindari makanan yang bersantan atau berlemak, seperti goreng-gorengan.
5. Hindari makanan yang bau atau rasanya membuat anda mual. Contohnya, jus jeruk, susu, kopi, dan teh.
6. Jangan mengkonsumsi zat besi (Tablet Fe) dulu, karena dapat memperberat mual. Lagi pula tablet ini tidak diperlukan pada masa tiga bulan pertama kehamilan.
7. Banyak istirahat, hindari stress dan kelelahan.
8. Serbuk jahe dalam bentuk kapsul atau air jahe yang diminum secara teratur dapat meringankan mual muntah setelah beberapa hari. Begitu pula dengan vitamin B6.

Untuk ngidam yang ringan, perawatannya lebih baik dilakukan di rumah. Namun jika mual dan muntah sudah parah, anda sebaiknya pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Apakah setiap ngidam harus dituruti?
Boleh, sepanjang tidak menimbulkan gangguan pada janin (alasan pertama) dan tidak menyulitkan dalam pemenuhannya (alasan kedua).
Alasan pertama mengacu kepada masalah keamanan, artinya kita tidak harus memenuhi keinginan (ngidam) jika makanan yang diminta membahayakan janin dan kesehatan si wanita hamil, misalnya minta pil k0plo. *contoh ekstrim*
Adapun alasan kedua lebih kapada pertimbangan cara mendapatkannya. Betapa sulitnya jika yang diminta misalnya pisang di waktu tengah malam, sementara di rumah tidak tersedia dan pasar tutup. Amboiii !!!

Nah, sebagai jalan tengah mungkin bisa ditempuh cara lain, yakni dengan memberikan (makanan) pengganti ngidam atau mengalihkannya pada kegiatan lain(seperti membaca, olahraga ringan, rekreasi, mendengarkan musik, melukis, dll.).

Untuk temen-temen lelaki:
Terlepas dari persoalan ngidam, perlu disadari bahwa wanita hamil patut mendapatkan perhatian lebih

Read More..

induksi persalinan

Induksi persalinan

Induksi persalinan atau sering disebut dengan dipacu sering membuat ibu merasa takut untuk dilakukan tindakan ini. Banyak orang yang mengatakan bahwa dipacu itu sakit, nggak hanya sakit tapi sakit banget. Emang bener sih.. apa yang dikatakan orang k-lo di pacu itu sakit karena si ibu emang dirangsang biar kontraksinya nambah.Oleh karena itu ibu yang mengalami pacuan perlu ada pendamping yang bisa memberikan rasa aman.

Induksi persalinan adalah usaha agar persalinan mulai berlangsung sebelum atau sesudah kehamilan cukup bulan dengan jalan merangsang timbulnya his (Israr, 2009).

Indikasi induksi antara lain: hamil post term (lebih dari 42 minggu), ketuban pecah dini, janin mati dalam kandungan, preeklamsi berat yang tidak membaik. Kontra indikasi induksi dibagi dua yaitu; absolute: disproporsi kepala panggul, plasenta previa totalis / letak rendah di belakang, gawat janin, uterus cacat (pasca seksio caesarea yang tidak diketahui jenisnya) dan relativ: grandemultigravida, kelainan letak presentasi, overdistensi uterus, presentasi bokong murni, pasca seksio caesarea kurang dari 2 tahun (Chuningham, 2005).

Induksi persalinan akan berhasil bila memperhatikan beberapa persyaratan sebagai berikut:

a) Kehamilan aterm

a) Ukuran panggul normal

b) Tak ada CPD

c) Janin dalam presentasi kepala

d) Servik telah matang (portio lunak, mulai mendatar dan sudah mulai membuka) (Israr, 2009)

Induksi partus menurut Mochtar (1998) ada berbagai cara antara lain :

a) Cara Kimiawi

(1) Oksitosin drip: kemasan yang dipakai adalah pitosin dan sintosinon, pemberiannya dapat dapat secara suntikan intra muskuler, intravena dan infus tetes. Yang paling baik dan aman adalah pemberian infus tetes (drip) karena dapat diatur dan diawasi.

Efek kerjanya :

(a) Kandung kemih dan rektum terlebih dahulu dikosongkan

(b) Ke dalam 500 cc dektrosa 5% dimasukkan 5 satuan oksitosin dan diberikan per infus dengan kecepatan pertama 10 tetes per menit.

(c) Kecepatan dapat dinaikkan 5 tetes setiap 15 menit sampai tetes maksimal 40-60 tetes per menit.

(d) Oksitosin drip akan lebih berhasil bila nilai pelviks di atas 5 dan dilakukan amniotomi.

(2) Injeksi larutan hipertonik intra-amnial. Cara ini biasanya dilakukan pada kehamilan di atas 16 minggu di mana rahim sudah cukup besar. Secara transuterin atau amniosentesis, ke dalam kantong amnion (yang sebelumnya cairan amnionnya telah dikeluarkan dahulu) kemudian dimasukkan larutan garam hipertonik dan larutan gula hipertonik (larutan garam 20% atau larutan glukosa 50%) sebagai iritan pada amnion dengan harapan akan terjadi his. Sebaiknya diberikan oksitosin drip yaitu: 10-20 satuan oksitosin dalam 500 cc dektrosa 5% dengan tetesan 15 sampai 25 tetes per menit. Penderita diobservasi baik-baik.

(3) Pemberian prostaglandin. Prostaglandin dapat merangsang otot-otot polos termasuk juga otot-otot rahim. Prostaglandin yang spesifik untuk merangsang otot rahim ialah PGE2 dan PGS2 alpha. Untuk induksi persalinan prostaglandin dapat diberikan secara intravena, oral, vaginal, rektal dan intra amnion. Pada kehamilan aterm, induksi persalinan dengan prostaglandin cukup efektif. Pengaruh sampingan dari pemberian prostaglandin ialah mual, muntah, diare (Wiknjosastro, 2006).

b) Cara Mekanis

Menurut Mochtar (1998) induksi secara mekanis adalah sebagai berikut :

(1) Melepas selaput ketuban stripping of the membrane jari yang dapat masuk ke dalam kanalis servikalis selaput ketuban yang melekat dilepaskan dari dinding uterus sekitar ostium uteri internum. Cara ini akan lebih berhasil bila serviks sudah terbuka dan kepala dan lepasnya ketuban maka selaput ini akan lebih menonjol yang akan merangsang timbulnya his dan terbukanya serviks.

(2) Memecahkan ketuban (amniotiomi). Hendaknya ketuban baru dipecahkan kalau memenuhi syarat sebagai berikut :

(a) Serviks sudah matang atau skor pelviks di atas 5.

(b) Pembukaan kira-kira 4-5 cm

(c) Kepala sudah memasuki pintu atas panggul. Biasanya setelah 1-2 jam pemecahan ketuban diharapkan his akan timbul dan menjadi lebih kuat.

(3) Dilatasi serviks uteri. Dilatasi serviks uteri dapat dikerjakan dengan memakai gagang laminaria, atau dilatator (busi) hegar.

(4) Accauchement farce.

(a) Kalau bagian terbawah janin adalah kaki, mata kaki ini di ikat dengan kain kasa steril yang melalui kontrol dan di beri beban.

(b) Bila bagian terbawah janin adalah kepala, maka kulit kepala di jepit dengan cunzim. Muzeuk yang dikemudian di ikat dengan kain kasa melalui katrol di beri beban.

c) Cara kombinasi kimiawi dan mekanis

Adalah memakai cara kombinasi antara cara kimiawi diikuti dengan pemberian oksitosin drip atau pemecahan ketuban dengan pemberian prostaglandin per oral dan sebagainya.

Pada umumnya cara kombinasi akan berhasil kalau induksi partus gagal sedangkan ketuban sudah pecah pembukaan serviks tidak memenuhi syarat untuk pertolongan operatif pervaginam, satu-satunya jalan adalah mengakhiri kehamilan dengan seksio caesarea.

Skor Pelvis Menurut Bishop

Skor Bishop

0

1

2

3

Dilatasi serviks

Pembukaan konsistensi

Posisi janin

Posisi serviks

<1

>4

Keras

-3

Posterior

1-2

2-4

sedang

-2

Central

2-4

1-2

lunak

-1

Anterior

>4

<1

+1, +2

Sumber : Magowan, 2005

Menurut Rustam (1998), komplikasi induksi persalinan adalah :

a) Terhadap Ibu

(1) Kegagalan induksi.

(2) Kelelahan ibu dan krisis emosional.

(3) Inersia uteri partus lama.

(4) Tetania uteri (tamultous lebar) yang dapat menyebabkan solusio plasenta, ruptura uteri dan laserasi jalan lahir lainnya.

(5) Infeksi intra uterin.

b) Terhadap janin

(1) Trauma pada janin oleh tindakan.

(2) Prolapsus tali pusat.

(3) Infeksi intrapartal pada janin

Read More..

Sabtu, 16 Mei 2009

Premature Rupture of the Membranes ( PROM )

Ketuban Pecah Dini ( KPD ) atau Premature Rupture of the Membranes ( PROM ) merupakan pecahnya membrane amnion sebelum onset persalinan tanpa melihat lamanya umur kehamilan pada saat pecah terjadi, apakah premature atau matur.

Membran Amnion tersusun dari 5 lapisan yang berbeda, tidak mengandung pembuluh darah maupun syaraf. Kebutuhan nutrisi terpenuhi melalui cairan amnion. Lapisan terdalam yang paling dekat dengan janin adalah lapisan epithelium amniotik yang menghasilkan kolagen tipe III dan IV dan glikoprotein nonkolagenosa ( laminin, nidrogen dan fibronektin ) yang membentuk membrane basal, yaitu lapisan selanjutnya dari amnion.
Lapisan kompakta tersusun setelah membrane basal, mengandung kolagen tipe I dan II( interstesial ) yang disekresikan oleh sel-sel masenkim dari lapisan fibroblast yang akan menjaga intergritas mekanik dari amnion. Kolagen tipe V dan VI membentuk hubungan filamentosa antara kolagen interstisial dengan kolagen membrane basal.
Lapisan fibroblas adalah lapisan amnion yang paling tebal, tersusun dari sel masenkim dan makrofag didalam matriks ekstraseluler. Lapisan spongiosa terletak antara amnion dan korion, tersusun dari proteoglikan dan glikoprotein dan mengandung kolagen tipe III



Pada sebagian besar kasus membrane amnion pecah secara spontan tanpa penyebab yang jelas. KPD dapat terjadi akibat adanya pengurangan kekuatan membrane amnion atau adanya kenaikan tekanan intrauterine maupun keduanya. Membran amnion dapat kehilangan kekuatannya karena adanya efek protease bakterial, produk metabolisme bakterial lainnya, atau tekanan berulang yang disebabkan oleh kontraksi uterus
Penyebab ketuban pecah dini dijabarkan sebagai berikut :
1)Servik incompeten.
2)Ketegangan rahim berlebihan : Gemelli, Hidramnion.
3)Mal presentasi janin : letak sungsang, letak melintang.
4)Kemungkinan CPD, perut menggantung.
5)Kelainan bawaan selaput ketuban ( ketuban tipis ).
6)Infeksi vagina, infeksi serviks.

patofisiologi dalam kasus ketuban pecah dini ini disebabkan oleh karena berkurangnya membran atau meningkatnya tekanan intra uterin. Kemungkinan tekanan intra uteri yang kuat adalah penyebab independen dari Ketuban Pecah Dini. Selaput ketuban yang tidak kuat akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi akan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban.
Mekanisme terjadinya Ketuban Pecah Dini dapat berlangsung sebagai berikut :
1)Selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi pada ketegangan rahim.
2)Bila terjadi pembukaan servik maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah mengeluarkan air ketuban


Pada prognosa ketuban pecah dini ditentukan oleh penatalaksanaan dan komplikasi yang mungkin timbul serta umur kehamilan
Prognosa untuk janin tergantung pada :
1)Maturitas janin. Bayi yang beratnya di bawah 2500 gram, mempunyai prognosa lebih jelek dibanding yang lebih besar.
2)Presentasi: presentasi bokong menunjukkan prognosa yang lebih jelek khususnya kalau bayinya prematur.
3)Infeksi intra uterin meningkatkan mortalitas janin. Semakain lama kehamilan berlangsung dengan ketuban yang pecah

Ketuban pecah dini merupakan sumber persalinan prematuritas, infeksi dalam rahim baik terjadi pada ibu maupun janin. Oleh karena itu, tatalaksana ketuban pecah dini memerlukan tindakan yang rinci sehingga dapat menurunkan kejadian persalinan prematuritas dan infeksi dalam rahim.
dalam terminasi persalinan dapat dilakukan secara spontan tanpa induksi, spontan dengan induksi dan SC
Read More..

Minggu, 03 Mei 2009

Pesona PKL

Aduh capek bnget jaga malem..apa lagi d perinat.bayiny rewel terus,sampai g bisa tidur semalam.ya gini deh derita praktikan.
Tapi...klo semua diniatin untuk ibadah n cari ridho Allah,insyaallah semua jadi g berat Read More..

Selasa, 21 April 2009

Infeksi puerperalis

Infeksi nifas atau infeksi puerperalis merupakan infeksi bakteri yang berasal dari saluran reproduksi selama persalinan dan puerperium. Pada infeksi ini terjadi peningkatan suhu menjadi 380C yang terjadi 2-10 hari postpartum, melalui pengukuran suhu oral dengan tehnik standar sedikitnya 4 kali sehari.

Berikut ini beberapa situasi yang dianggap sebagai factor predisposisi terjadinya infeksi nifas:
1. Persalinan lama, khususnya pada yang ketubannya sudah pecah.pada. Dimana pada ketuban pecah ini kuman akan menjadi lebih mudah masuk ke dalam saluran reproduksi.
2. Pecah ketuban yang lama sebelum persalinan
3. Bermacam-macam pemeriksaan vagina selama persalinan, khususnya untuk yang ketubannya sudah pecah.
4. Tehnik akseptik yang tidak bagus
5. Tidak memperhatikan tehnik mencuci tangan
6. Manipulasi intra uteri (misalnya eksplorasi uteri, pengeluaran manual plasenta)
7. Trauma jaringan yang luas atau luka terbuka, seperti laserasi yang tidak diperbaiki
8. Hematoma
9. Hemoragi, Khususnya untuk yang kehilangan darah yang lebih dari 1000ml
10.Kelahiran dengan operasi, terutama untuk yang melahirkan dengan section cesarean
11.Retensi sisa plasenta atau membrane janin
12.Perawatan perineum tidak memadai
13.infeksi vagina/servik atau penyakit menular seksual yang tidak ditangani.

Tanda Gejala
Tanda gejala infeksi umumnya termasuk peningkatan suhu tubuh, malaise umum, nyeri dan lochea berbau tidak sedap. Peningkatan kecepatan nadi dapat terjadi, terutama pada infeksi yang berat.
Read More..

Senin, 20 April 2009

Mitos kehamilan

Mitos!!! Suatu omongan yang yang mungkin g’ akan pernah hilang dalam masyarakat. Mitos2 ini akan selalu ada bahkan akan berkembang mengikuti perkembangan jaman….

Dibawah ini akan dijabarkan beberapa mitos yang ada dalam kehamilan.

Bila denyut jantung janin kurang dari 140 BPM, bayinya laki-laki.

Salah. Denyut jantung bayi perempuan biasanya lebih cepat dari bayi laki-laki tetapi hal ini terjadi saat bayi telah dilahirkan. Tidak ada beda antara denyut jantung bayi laki-laki dan perempuan. Denyut jantung ini mempunyai kecepatannya bervariasi, hal ini tergantung dari usia janin. Untuk usia kehamilan sekitar 5 minggu, denyut jantung janin akan mendekati denyut jantung ibunya (80 – 85 BPM ). Denyut jantung ini akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan, yaitu mencapai 170 sampai 200 BPM, lalu menurun pada pertengahan kehamilan sampai sekitar 120 - 160 BPM. Keadaan ini akan terjadi baik pada bayi laki2 ataupun bayi perempuan.

Kelebihan berat pada kandungan bagian depan berarti bayi perempuan; kelebihan berat di sekitar pinggul dan bokong berarti bayi laki-laki.

Salah. Bila wanita memiliki batang tubuh yang pendek, sang bayi tidak mempunyai ruang untuk tumbuh. Sedangkan batang tubuh yang panjang dapat memberi ruang untuk tumbuh kembangnya sang bayi dan dapat membuat perut ibu menonjol keluar.
Perut dengan kandungan yang melebar berarti bayi sedang pada posisi menyamping atau lintang sehingga ibu akan merasakan kelebihan berat di daerah pinggul.

Bila kandungan berat ke bawah berarti bayi laki-laki; bila ke atas berarti bayi perempuan.

Salah. Bila kandungan ke atas, bisa berarti ini merupakan kehamilan pertama atau tubuh ibu memang memiliki bentuk yang bagus. Otot perut cenderung lebih elastis pada setiap kehamilan. Jadi, bila kandungan bukan merupakan kandungan pertama, perut cenderung agak ke bawah.

Puting yang berwarna gelap berarti bayi laki-laki.

Salah. Perubahan warna pada puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna tersebut disebabkan oleh meningkatnya progesteron dan melanocyte, hormon yang mengatur pigmentasi kulit.

Puting susu, bercak kelahiran, tahi lalat, atau tanda-tanda lain dapat menjadi lebih gelap warnanya selama kehamilan. Guratan juga akan muncul di sekitar bagian tengah perut. Biasanya juga akan muncul garis hitam dari pusar ke bagian pubis. Warna hitam ini akan hilang setelah ibu melahirkan.

Jangan menyusui bayi selama hamil, karena bayi di dalam kandungan memerlukan makanan.

Salah. Bila ibu sehat, menyusui selama kehamilan tidak membahayakan, baik bagi ibu, janin, maupun bayinya. Dokter akan melarang ibu menyusui bayinya selama kehamilan bila ibu mengalami kekurangan gizi, kekurangan berat badan, atau berisiko melahirkan prematur.

Tidak boleh memotong atau menjahit baju selama kehamilan atau anak akan lahir dengan bibir sumbing.

Salah. Bibir sumbing merupakan keadaan yang biasanya disebabkan karena obat-obatan yang diminum oleh ibu saat hamil, karena efek radiasi maupun factor genetic. Oleh karena itu penggunaan x-ray tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu.


Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir.

Salah. Bayi dengan berat badan berlebih biasanya berhubungan dengan penyakit yang diderita oleh ibu seperti kencing manis atau diabetes melitus. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.

Read More..

Kamis, 16 April 2009

PREMENSTRUAL SYNDROME

A. Pengertian Premenstrual Syndrome
Premenstrual syndrome adalah kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang setelah haid keluar.

B. Gejala Premenstrual Syndrome
Gejala utama premenstrual syndrome meliputi:
1. Sakit kepala.
2. Letih.
3. Sakit pinggang.
4. Pembesaran dan sakit pada payudara.
5. Perasaan begah pada perut.

C. Pengobatan Premenstrual Syndrome
Tindakan yang dilakukan untuk menangani kasus premenstrual síndrome adalah menganjurkan perubahan diet selain menambah suplemen nutrisi, walaupun tidak secara khusus jenis nutrisinya apa.
Secara umum anjuran diet meliputi pembatasan gula, garam, daging, lemak hewani, alkohol, kopi dan rokok. Sedangkan yang perlu ditambah konsumsinya adalah jenis ikan, umggas, roti, kacang – kacangan, karbohidrat kompleks,sayuran daun hijau dan sereal (Krummel, 1996).
Kebanyakan klien premenstrual syndrome mengonsumsi susu dan produknya sebanyak 5 kali lipat dan 3 kali lipat untuk gula halus. Dengan mengonsumsi rendah lemak dan tinggi karbohidrat akan mengurangi pembengkakan payudara. Sedangkan konsumsi tinggi karbohidrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman. Hal ini berhubungan dengan pembentukan serotonin.
Read More..