Jumat, 17 September 2010

ASI vs SUSU FORMULA

Setelah ibu melahirkan masih ada amanah lain yang menunggu untuk dipenuhi, yaitu mnyusui si buah hati. Menyusui akan menjadi sebuah rutinitas bagi wanita setelah melahirkan. Oleh sebab itu seorang ibu harus belajar untuk menyusui sejak awal. Susu yang dihasilkan atau sering disebut ASI adalah nutrisi yang istimewa. Dikatakan istimewa karena tidak ada dua orang ibu yang membuat susu yang sama dan tidak ada pula dua bayi yang membutuhkan susu yng sama. Jadi, ASI yang dihasilkan memang terbuat untuk memenuhi kebutuhan buah hati Anda. Ibu mana yang tidak ingin melihat anaknya cerdas dan sehat. Akan tetapi kurangnya informasi dan berkembangnya informasi yang kurang tepat akan berakibat pada penafsiran yang salah tentang nutrisi si buah hati. Perlu diketahui bahwa ASI Ekslusif merupakan langkah awal agar bayi kita cerdas dan sehat dengan budi pekerti yang baik. Pemberian ASI Ekslusif ini dilakukan dari menit pertama bayi lahir sampai umur bayi 6 bulan, tanpa diberi apapun selain ASI. Tidak susu formula, air putih, air gula apalagi makanan padat. Berdasar pernyataan tersebut pasti akan muncul berbagi pertanyaan…..Apakah kebutuhan bayi benar-benar akan terpenuhi hanya dengan ASI saja? Bagaimana bila ASI yang keluar belum lancar? Bagaimana memenuhi kebutuhan ASI sedangkan saya bekerja? Berikut ini akan dijelaskan mengenai komposisi yang ada dalam ASI, manfaatnya dan juga cara menyusui bagi ibu yang bekerja.

Komposisi ASI
Marilah kita ambil bahan baku utama dari resep dari ALLOH ini, dan lihatlah betapa masing-masing bahan tersebut benar-benar disesuaikan dengan buah hati Anda.
1.Lemak
Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak…Lemak dalam ASI ini mengandung lemak pendorong pertumbuhan otak (DHA dan ARA) dan juga asam lemak omega-3 yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan jaringan syaraf. Berdasarkan penelitian, otak bayi mempunyai konsentrasi DHA tinggi pada bayi yang diberi ASI dan yang tertinggi pada bayi yang mendapat ASI lebih lama. Meskipun dalam komposisi susu formula saat ini sudah ditambahkan DHA, ARA dan omega-3, tetapi itu hanya bagian kecil dari komposisi ASI yang masih belum teridentifikasi untuk perkembangan otak.
ASI mengandung enzim lipase yang membantu dalam pencernaan lemak sehingga lebih banyak lemak yang dapat terserap oleh bayi dan sedikit yang terbuang melalui kotorannya. Kotoran bayi yang berbau tidak sedap dari bayi yang mengkonsumsi susu formula menunjukkan usus merasa tidak nyaman.
Komponen penting dalam ASI yang lainnya adalah kolesterol. Bila dipikir kalau kadar kolesterol dalam ASI tinggi maka bayi pun akan mempunyai kadar kolesterol darah yang tinggi. Akan tetapi tidak perlu khawatir dari penelitian yang telah dilakukan bayi yang tidak mendapatkan ASI lebih banyak menderita jantung koroner pada usia muda. Hal ini dikarenakan kolesterol dalam ASI akan merangsang pembentukan enzim protektif yang membuat metabolism kolesterol menjadi efektif pada usia dewasa. Selain itu kolesterol juga diperlukan untuk membantu pertumbuhan otak serta menyediakan komponen dasar dari hormon, vitamin D dan empedu pada pencernaan atau usus. Bayi yang mendapatkan ASI Ekslusif akan memperoleh kolesterol darah yang lebih tinggi untuk perkembangan otaknya.
2.Protein yang hebat
Selain lemak susu mengandung protenin. Dalam susu (susu sapi, susu formula, ASI) mengandung 2 jenis protein utama: dadih (Whey) dan kasein. Dadih merupakan protein yang lembut dan mudah dicerna oleh usus manusia dan protein ini lebih banyak terdapat dalam ASI. Kasein adalah protein dadih yang terkandung dalam susu yang kental dan kurang mudah dicerna oleh usus manusia. Bayi akan mengenal protein ini sebagai zat yang tepat, sehingga bayi akan mudah mencerna, menyerap dengan cepat dan tidak menolaknya sebagai makanan asing.
Disamping itu ASI juga mengandung protein terpilih lain yang secara alamiah tidak terdapat dalam susu formula/ sapi. Protein tersebut adalah taurin, yang merupakan protein untuk perkembangan otak dan system syaraf. Laktoferin, yang merupakan protein untuk mengangkut zat besi dari ASI ke aliran darah bayi. Nukleotida merupakan protein yang berguna untuk membuat jaringan tubuh lebih kuat, protein ini akan menjaga usus sehingga mudah dalam memproses dan menyerap makanan.
3.Betapa Manisnya
ASI mengandung 20-30 persen lebih banyak laktosa (gula) dibandingkan susu sapi. Lalu kenapa bayi kita harus mendapatkan gula yang lebih baik? Jawabannya bayi membutuhkan untuk perkembangan jaringan otaknya. Laktosa juga meningkatkan penyerapan kalsium yang begitu penting bagi pertumbuhan tulang. Laktosa tidak hanya dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan otak pada bayi tetapi usus bayi juga membutuhkan gula alami. Laktosa ini akan membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik, yaitu lactobacillus bifidus.
4.Vitamin, mineral dan zat besi
Tidak seorang pun yang dapat membuat gizi ini sebaik yang dapat ibu lakukan. Gizi dalam ASI ini sangguh unik, karena hampir semua yang ada dalam susu dapat digunakan sepenuhnya oleh tubuh. Hal yang membuat makanan mempunyai nilai tinggi bukanlah dari banyaknya gizi yang terkandung, akan tetapi dari berapa besar gizi yang dapat diserap oleh usus bayi ke aliran darah.
Vitamin, menaral dan zat besi dalam tubuh bayi ini sangat berguna bagi tubuh buah hati Anda. Sebagian besar gizi yang ada dalam ASI ini dapat terserap oleh tubuh dan haya sedikit yang terbuang. Tidak demikian oleh susu buatan pabrik dan susu sapi. Hal ini dikarenakan ASI mempunyai komposisi yang pas dan sesuai dengan perkembangan usus bayi sehingga ASI ini akan mudah untuk diserap tubuh.
Dalam ASI ini mengandung vitamin K yang berfungsi untuk proses pembekuan darah. Vitamin E, terutama dalam kolostrum (susu yang keluar pertama kali dan berwarna agak kekuning-kuningan), selain itu juga terdapat vitamin D. Zat besi ini digunakan oleh tubuh bayi untuk tumbuh kembang, system imunitas dan mencegah penyakit-penyakit tertentu seperti akrodermatitis enteropatika ( penyakit yang mengenai kulit dan system pencernaan).

Manfaat ASI
1.Nutrisi yang sesuai untuk bayi
Mengenai hal ini telah dijelaskan dalam uraian komposisi diatas
2.Faktor pelindung dalam tubuh bayi
Bayi yang mendapatkan ASI lebih jarang menderita penyakit, karena adanya zat pelindung dalam ASI. Zat pelindung tersebut seperti Lactobasilus bifidus, zat ini akan membuat usus bayi bersifat asam sehingga mencegah timbulnya mikroorganisme seperti bakteri E.Coli (menyebabkan timbulnya diare), shigela dan jamur.
Laktoferin adalah protein yang berikatan dengan zat besi, dengan mengikat zat besi maka laktoferin ini menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, yaitu stapilokokus dan E.Coli yang memerlukan zat besi untuk pertumbuhannya, selain itu juga menghambat pertumbuhan jamur.
Lisozim enzim yang dapat memecah dinding bakteri dan menyerang E.Coli. Enzim ini kadarnya akan meningkat setelah 6 bulan pertama, hal ini sangat menguntungkan karena bayi mulai mendapatkan makanan padat selain ASI dan lisozim merupakan factor protektif terhadap kemungkinan serangan bakteri pathogen dan penyakit diare pada periode ini.
3.Memberikan system pertahanan tubuh
ASI mengandung Imunoglobulin yaitu protein pelawan infeksi yang berperan sebagai antibiotic alami. Dalam 6 bulan pertama kehidupan, system kekebalan tubuh bayi masih belum matang. Antibodi yang dibuat oleh bayi setelah lahir masih belum adekuat sampai usia 9-12 bulan, oleh karena itu bayi membutuhkan immunoglobulin. Imunoglobulin ini diperoleh dari ASI dan kadar immunoglobulin ini meningkat setelah ibu melahirkan.
Kolostrum, air susu yang pertama kali dihasilkan, mengandung sel darah putih dan protein pelawan infeksi tertinggi hampir pada waktu yang sangat sesuai yaitu ketika system pertahanan tubuh bayi pada tingkat paling rendah.
4.Menyusui membuat ibu kembali ke bentuk semula
Isapan bayi akan merangsang timbulnya hormone oksitosin, yang akan mengerutkan rahim hingga membuat perut ibu mendekati ukuran sebelum kehamilan.
5.Mempunyai efek psikologi yang menguntungkan
Kegiatan ini membuat ibu rileks dan tenang.
6.Terhindar dari kanker payudara

Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi
Mulai Menyusui: Segera setelah lahir Menyusui ekslusif: Umur 0-6 bulan pertama Makanan pendamping ASI: Umur 6 bulan keatas Teruskan pemberian ASI: Sampai anak berusia 2 tahun

Lalu bagimana dengan ibu –ibu yang berkarier, apakah masih bisa memberikan ASInya?
Bagi ibu yang berkarier tidak perlu khawatir karena ASInya tetap bisa diberikan meski ibu bekerja. Berikut ini beberapa cara yang dapat dianjurkan pada ibu menyusui yang bekerja.
1.Susuilah bayi sebelum ibu bekerja
2.ASI diperah terlebih dahulu untuk pesediaan dirumah sebelum bekerja.
3.Pengosongan payudara di tempat kerja setiap 3-4 jam
4.ASI dapat disimpan di lemari pendingin dan dapat diberikan saat ibu bekerja
ASI yang disimpan di udara terbuka bisa tahan sampai 6-8jam. Di lemari pendingin (40C) dapat bertahan sampai 24 jam. Di lamari pendingin beku(-180C) tahan sampai 6 bulan. Dalam pemberian ASI yang telah didinginkan ini tidak boleh direbus saat dipakai, cukup didiamkan beberapa saat dalam suhu kamar atau dapat pula direndam didalam wadah yang berisi air panas
5.Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin bayi disusui, dang anti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari
6.Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya sudah mulai dilakukan satu bulang sebelum ibu kembali bekerja.
7.Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui.


Maroji’
1.Manajemen Laktasi, Perkumpulan perinatologi Jakarta,2004
2.William, S. Martha, S. 2007. The Baby Book. Jakarta: Serambi
Read More..