Minggu, 31 Mei 2009

Obat Awet Muda

Awet muda adalah dambaan setiap orang. Tidak sedikit orang yang rela mengorbankan hartanya untuk mendapatkan kecantikan baik dengan cara yang rasional sampai cara yang tidak masuk akal. Nah, dibawah ini ada resep sederhana yang tidak perlu mengeluarkan uang banyak dan dan tentunya rasional
1. Selalu aktif. Ibarat pisau, kalau sering diasah, tidak cepat berkarat. Begitu juga tubuh. Kalau kita selalu aktif, kita akan kelihatan bugar, bercahaya dan tampak awet muda.

2. Hadapi masalah dengan tenang dan santai tanpa melupakan masalah itu sendiri.

3. Binalah pergaulan yang luas. Banyak – banyaklah bergaul dengan orang yang muda, maka kita akan terbawa muda walaupun kita sudah tua.

4. Jauhkan Amarah. Kemarahan memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap kondisi fisik dan psikologis.

5. Nikmatilah hidup. Nikmati apa yang diperoleh dengan riang gembira.

6. Jangan tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan. Kesedihan hari ini cukuplah dirasakan hari ini saja. Sebab, hari esok akan ada kesedihan lain.

7. Tertawa dan tersenyumlah. Lebih mudah menghadapi kehidupan ini dengan tersenyum daripada menggerutu.

8. Hindari pikiran negatif. Iri hati, kedengkian dan dendam membuat pikiran tidak tenang dan wajah menjadi tampak suram

Intisari edisi 5
Read More..

Jumat, 29 Mei 2009

Keputihan yang mengganggu

Leukhorea atau sering disebut keputihan ini merupakan masalah yang sering dialami wanita. Bagi kita periksa kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu. Perlu disadari bahwa keputihan ini bisa mengakibatkan kemandulan dan kanker.
Pada dasarnya dalam keadaan normal, organ vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna dan jumlah tidak banyak. Cairan ini berfungsi untuk perlindungan alami, mengurangi gesekan di dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan. Dalam keadaan normal, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu cairan yang keluar tersebut merupakan suatu penyakit.

Keputihan ini dapat diidentifikasi berdasarkan gejala yang muncul. Gejala ini bisa diamati dari sifat cairan yang keluar. Sumber cairan ini dapat berasal dari vagina, cairan servix, cairan uterus, dan cairan yang berasal dari tuba falopii.
Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).
Cairan yang keluar berwarna coklat, encer seperti air, sangat banyak dan lembab, maka kemungkinan wanita tersebut menderita vaginitis, servisitis, gangguan pembuluh darah pada serviks, endometriosis dan saat pengobatan kanker dengan radiasi. Warna coklat timbul akibat perdarahan yang terjadi akibat kelainan tersebut.
Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah, encer seperti air, sangat banyak dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.
Jika cairan yang keluar berwarna merah muda, cair, sangat banyak tetapi tidak berbau maka kemungkinan telah terjadi infeksi bakteri non spesifik. Gejala ini juga timbul saat seorang wanita kelebihan hormon estrogen.
Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.
Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.
Terakhir, bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.



Read More..

10 cara mengurangi kelelahan

10 cara mengurangi kelelahan

Apakah anda sering merasa kehilangan semangat? dibawah ini ada 10 cara sederhana untuk mengatasi lelah yang sering mendera.


1.Bergeraklah! Gerakkan badan mengembalikan energi yang dikeluarkan, dan membuat anda siaga dan bersemangat.



2.Cari teman latihan. Penelitian menunjukkan orang lebih tahan ikut program kebugaran kalau bersama-sama teman.



3.Jauhkan permen! Memang mengulun permen akan membuat Anda mendapatkan energi penuh, tapi anda kemudian akan menjadi lebih letih dari sebelumnya.



4.Dehidrasi adalah sumber kelelahan karena itu minumlah sedikitnya 8 gelas selama sehari. Kurangi minum kopi karena minum lebih dari satu cangkir srhari dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan secara drastis.



5.Kenalilah jam biologis Anda. Sepanjang hari, tubuh mengikuti ritme alami. Jadi cocokkan aktivitas Anda agar benar – benar efisien. Kewaspadaan mental paling prima pada pagi hari. Siang hari sangat cocok untuk mengerjakan tugas – tugas yang membosankan.



6.Tidurlah sejenak. Tidur sebentar di siang hari saat otak lelah dapat menyegarkan semangat.



7.Makan beberapa kali dalam porsi kecil lebih baik daripada makan tiga kali dam porsi banyak. Hal ini menghindarkan lonjakan kadar gula darah yang menimbulkan kelelahan.



8.Jauhi gula dan lemak karena menyebabkan kantuk. Makanlah sedikit nasi dan roti.



9.Bervariasilah! Perubahan rutinitas sekecil apapun dapat menggembirakan hati.



10.Kurangi stress. Jangan memikirkan masalah – masalah diluar kemampuan Anda. Konsentrasilah terhadap apa – apa yang dapat Anda lakukan
Read More..

Berpergian saat hamil

Berpergian atau rekreasi bagi ibu hamil memang perlu. Mereka memang memerlukan kondisi yang bisa membuat pikiran mereka rileks dan santai. Akan tetapi perlu diingat bahwa wanita yang sedang hamil muda sangat rawan terhadap gugurnya janin dalam kandungan (abortus).

Trimester dua atau setelah umur kehamilan 3 bulan merupakan saat yang paling baik untuk ibu hamil berpergian. Hal ini dikarenakan risiko terhadap kejadian abortus relatif kecil dan keluhan mornig sicknes umumnya sudah menghilang. Sedangkan berpergian saat usia kehamilan ibu di atas 28 minggu atau 7 bulan mungkin tidak nyaman karena perut ibu hamil sudah terlalu besar untuk berpergian.

Tips berpergian untuk ibu hamil:
1.Luangkan cukup waktu untuk beristirahat sebelum mulai dan selama perjalanan.
2.Gunakan kopor beroda.
3.Kenakan sepatu dan pakaian yang nyaman untuk ibu.
4.Minum sekurang – kurangnya segelas air atau jus buah setiap jam.
5.Bawalah selalu camilan yang bergizi dan berserat tinggi.
6.Bawa suplemen vitamin atau obat – obatan yang mungkin diperlukan.
7.Jika duduk dalam waktu lama, sanggalah punggung dengan bantal kecil dan tinggikan tungkai untuk memperlancar peredaran darah.

Berpergian dengan pesawat
Sampai saat ini belum ada laporan yang mengatakan bahayanya berpergian udara untuk ibu dan janin. Tetapi, ada maskapai penerbangan yang membatasi ibu hamil untuk penerbangan udara, misalnya meminta surat keterangan sehat dari dokter untuk wanita yang hamil diatas 32 minggu. Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil mengecek ke maskapai penerbangan yang akan digunakan mengenai ada tidaknya syarat khusus tersebut.
Di dalam pesawat:
1.Mintalah posisi tepat duduk di dekat lorong pesawat agar ibu hamil dapat bergerak bebas ( misalnya pergi ke toilet).
2.Duduk dalam posisi tenang dan pasang sabuk pengaman di bawah perut.
3.Hindari konsumsi teh atau kopi karena dapat menyebabkan retensi cairan.
4.Lakukan gerakan peregangan pada tungkai beberapa kali dalam setiap jam.
5.Kenakan stocking untuk membantu mengurangi trombosis ( terbentuknya bekuan darah dalam pembuluh darah).

Berpergian dengan mobil
Berpergian dengan mobil mungkin lebih nyaman bagi ibu hamil karena lebih bebas dalam mengatur keberangkatan dan juga dapat berhenti kapan saja untuk sekedar beristirahat dan buang air kecil.
Tips:
1.Gunakan sabuk pengaman
2.Berhentilah beberapa kali selama perjalanan untuk beristirahat atau berjalan – jalan sejenak atau pergi ke toilet.
3.Sering minum.
4.Hindari minum berkarbonat dan makanan tinggi lemak
Read More..

Minggu, 24 Mei 2009

58 langkah APN

Untuk melakukan asuhan persalinan normal dirumuskan 58 langkah asuhan persalinan normal sebagai berikut (Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, 2003):

1. Mendengar & Melihat Adanya Tanda Persalinan Kala Dua.

2. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul oksitosin & memasukan alat suntik sekali pakai 2½ ml ke dalam wadah partus set.

3. Memakai celemek plastik.

4. Memastikan lengan tidak memakai perhiasan, mencuci tangan dgn sabun & air mengalir.

5. Menggunakan sarung tangan DTT pada tangan kanan yg akan digunakan untuk pemeriksaan dalam.

6. Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan, isi dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set.

7. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan vulva ke perineum.

8. Melakukan pemeriksaan dalam - pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah.

9. Mencelupkan tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5%, membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%.

10. Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai – pastikan DJJ dalam batas normal (120 – 160 x/menit).

11. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran.

12. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Pada saat ada his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman.

13. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran.

14. Menganjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.

15. Meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm.

16. Meletakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu

17. Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan

18. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan.

19. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 - 6 cm, memasang handuk bersih untuk menderingkan janin pada perut ibu.

20. Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin

21. Menunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar secara spontan.

22. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. Menganjurkan kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.

23. Setelah bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas.

24. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan ari telinjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin)

25. Melakukan penilaian selintas :

a. Apakah bayi menangi kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan?

b. Apakah bayi bergerak aktif ?

26. Mengeringkan tubuh bayi nulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang kering. Membiarkan bayi atas perut ibu.

27. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus.

28. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus berkontraksi baik.

29. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin 10 unit IM (intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin).

30. Setelah 2 menit pasca persalinan, jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi. Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama.

31. Dengan satu tangan. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi), dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut.

32. Mengikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya.

33. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di kepala bayi.

34. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 -10 cm dari vulva

35. Meletakan satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat.

36. Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah doroskrainal. Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik, hentikan penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan mengulangi prosedur.

37. melakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial).

38. Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati. Bila perlu (terasa ada tahanan), pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban.

39. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik (fundus teraba keras)

40. Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap, dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia.

41. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Melakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan.

42. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.

43. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam.

44. Setelah satu jam, lakukan penimbangan/pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotik profilaksis, dan vitamin K1 1 mg intramaskuler di paha kiri anterolateral.

45. Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral.

46. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam.

47. Mengajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.

48. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.

49. Memeriksakan nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan.

50. Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik.

51. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi.

52. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai.

53. Membersihkan ibu dengan menggunakan air DDT. Membersihkan sisa cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu memakai memakai pakaian bersih dan kering.

54. Memastikan ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum.

55. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%.

56. Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0,5% melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%

57. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

58. Melengkapi partograf Read More..

Ngidam

Ngidam, biasanya menjadi keluhan pertama yang dirasakan wanita hamil. Ngidam ditandai oleh perasaan mual, kadang-kadang disertai muntah. Keadaan ini terjadi akibat diproduksinya hormon ß-hCG oleh tubuh wanita hamil.

Ngidam paling sering terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Jarang sekali wanita terus mengalami gejala ini setelah memasuki masa kehamilan selanjutnya.

Mual dan muntah biasanya lebih berat pada pagi hari. Tapi pada beberapa wanita, tidak ada perbedaaan beratnya mual dan muntah antara pagi, siang, atau malam.

Hingga kini belum ada rumusan pasti terkait penyebab timbulnya ngidam pada wanita hamil. Diduga berhubungan dengan perubahan hormon dan masalah psikis.Seperti halnya “keanehan” apa (makanan) yang diinginkan (diminta), penyebab ngidam masih sebuah misteri. Pernah ada anggapan bahwa ngidam berhubungan dengan reaksi tubuh terhadap kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, karbohidrat, dll) saat hamil, namun anggapan ini tidak dapat dibuktikan. Kenyataannya tidak semua wanita hamil yang ngidam kurang nutrisi dan tidak semua wanita hamil yang kurang nutrisi mengalami ngidam.


Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meringankan mual dan muntah saat ngidam.
1. Usahakan perut selalu terisi, tapi jangan terlalu banyak. Perut kosong dapat memperparah rasa mual. Makan beberapa kali sehari dalam porsi kecil, lebih baik daripada makan tiga kali sehari dengan porsi besar.
2. Untuk meringankan mual pagi hari, sebelum bangkit dari tempat tidur, isilah perut dengan sedikit makanan ringan. Tunggulah beberapa saat sampai makanan itu dicerna usus dengan baik, setelah itu baru bangun.
3. Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup.
4. Usahakan lebih banyak mengkonsumsi protein, misalnya ikan. Hindari makanan yang bersantan atau berlemak, seperti goreng-gorengan.
5. Hindari makanan yang bau atau rasanya membuat anda mual. Contohnya, jus jeruk, susu, kopi, dan teh.
6. Jangan mengkonsumsi zat besi (Tablet Fe) dulu, karena dapat memperberat mual. Lagi pula tablet ini tidak diperlukan pada masa tiga bulan pertama kehamilan.
7. Banyak istirahat, hindari stress dan kelelahan.
8. Serbuk jahe dalam bentuk kapsul atau air jahe yang diminum secara teratur dapat meringankan mual muntah setelah beberapa hari. Begitu pula dengan vitamin B6.

Untuk ngidam yang ringan, perawatannya lebih baik dilakukan di rumah. Namun jika mual dan muntah sudah parah, anda sebaiknya pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Apakah setiap ngidam harus dituruti?
Boleh, sepanjang tidak menimbulkan gangguan pada janin (alasan pertama) dan tidak menyulitkan dalam pemenuhannya (alasan kedua).
Alasan pertama mengacu kepada masalah keamanan, artinya kita tidak harus memenuhi keinginan (ngidam) jika makanan yang diminta membahayakan janin dan kesehatan si wanita hamil, misalnya minta pil k0plo. *contoh ekstrim*
Adapun alasan kedua lebih kapada pertimbangan cara mendapatkannya. Betapa sulitnya jika yang diminta misalnya pisang di waktu tengah malam, sementara di rumah tidak tersedia dan pasar tutup. Amboiii !!!

Nah, sebagai jalan tengah mungkin bisa ditempuh cara lain, yakni dengan memberikan (makanan) pengganti ngidam atau mengalihkannya pada kegiatan lain(seperti membaca, olahraga ringan, rekreasi, mendengarkan musik, melukis, dll.).

Untuk temen-temen lelaki:
Terlepas dari persoalan ngidam, perlu disadari bahwa wanita hamil patut mendapatkan perhatian lebih

Read More..

induksi persalinan

Induksi persalinan

Induksi persalinan atau sering disebut dengan dipacu sering membuat ibu merasa takut untuk dilakukan tindakan ini. Banyak orang yang mengatakan bahwa dipacu itu sakit, nggak hanya sakit tapi sakit banget. Emang bener sih.. apa yang dikatakan orang k-lo di pacu itu sakit karena si ibu emang dirangsang biar kontraksinya nambah.Oleh karena itu ibu yang mengalami pacuan perlu ada pendamping yang bisa memberikan rasa aman.

Induksi persalinan adalah usaha agar persalinan mulai berlangsung sebelum atau sesudah kehamilan cukup bulan dengan jalan merangsang timbulnya his (Israr, 2009).

Indikasi induksi antara lain: hamil post term (lebih dari 42 minggu), ketuban pecah dini, janin mati dalam kandungan, preeklamsi berat yang tidak membaik. Kontra indikasi induksi dibagi dua yaitu; absolute: disproporsi kepala panggul, plasenta previa totalis / letak rendah di belakang, gawat janin, uterus cacat (pasca seksio caesarea yang tidak diketahui jenisnya) dan relativ: grandemultigravida, kelainan letak presentasi, overdistensi uterus, presentasi bokong murni, pasca seksio caesarea kurang dari 2 tahun (Chuningham, 2005).

Induksi persalinan akan berhasil bila memperhatikan beberapa persyaratan sebagai berikut:

a) Kehamilan aterm

a) Ukuran panggul normal

b) Tak ada CPD

c) Janin dalam presentasi kepala

d) Servik telah matang (portio lunak, mulai mendatar dan sudah mulai membuka) (Israr, 2009)

Induksi partus menurut Mochtar (1998) ada berbagai cara antara lain :

a) Cara Kimiawi

(1) Oksitosin drip: kemasan yang dipakai adalah pitosin dan sintosinon, pemberiannya dapat dapat secara suntikan intra muskuler, intravena dan infus tetes. Yang paling baik dan aman adalah pemberian infus tetes (drip) karena dapat diatur dan diawasi.

Efek kerjanya :

(a) Kandung kemih dan rektum terlebih dahulu dikosongkan

(b) Ke dalam 500 cc dektrosa 5% dimasukkan 5 satuan oksitosin dan diberikan per infus dengan kecepatan pertama 10 tetes per menit.

(c) Kecepatan dapat dinaikkan 5 tetes setiap 15 menit sampai tetes maksimal 40-60 tetes per menit.

(d) Oksitosin drip akan lebih berhasil bila nilai pelviks di atas 5 dan dilakukan amniotomi.

(2) Injeksi larutan hipertonik intra-amnial. Cara ini biasanya dilakukan pada kehamilan di atas 16 minggu di mana rahim sudah cukup besar. Secara transuterin atau amniosentesis, ke dalam kantong amnion (yang sebelumnya cairan amnionnya telah dikeluarkan dahulu) kemudian dimasukkan larutan garam hipertonik dan larutan gula hipertonik (larutan garam 20% atau larutan glukosa 50%) sebagai iritan pada amnion dengan harapan akan terjadi his. Sebaiknya diberikan oksitosin drip yaitu: 10-20 satuan oksitosin dalam 500 cc dektrosa 5% dengan tetesan 15 sampai 25 tetes per menit. Penderita diobservasi baik-baik.

(3) Pemberian prostaglandin. Prostaglandin dapat merangsang otot-otot polos termasuk juga otot-otot rahim. Prostaglandin yang spesifik untuk merangsang otot rahim ialah PGE2 dan PGS2 alpha. Untuk induksi persalinan prostaglandin dapat diberikan secara intravena, oral, vaginal, rektal dan intra amnion. Pada kehamilan aterm, induksi persalinan dengan prostaglandin cukup efektif. Pengaruh sampingan dari pemberian prostaglandin ialah mual, muntah, diare (Wiknjosastro, 2006).

b) Cara Mekanis

Menurut Mochtar (1998) induksi secara mekanis adalah sebagai berikut :

(1) Melepas selaput ketuban stripping of the membrane jari yang dapat masuk ke dalam kanalis servikalis selaput ketuban yang melekat dilepaskan dari dinding uterus sekitar ostium uteri internum. Cara ini akan lebih berhasil bila serviks sudah terbuka dan kepala dan lepasnya ketuban maka selaput ini akan lebih menonjol yang akan merangsang timbulnya his dan terbukanya serviks.

(2) Memecahkan ketuban (amniotiomi). Hendaknya ketuban baru dipecahkan kalau memenuhi syarat sebagai berikut :

(a) Serviks sudah matang atau skor pelviks di atas 5.

(b) Pembukaan kira-kira 4-5 cm

(c) Kepala sudah memasuki pintu atas panggul. Biasanya setelah 1-2 jam pemecahan ketuban diharapkan his akan timbul dan menjadi lebih kuat.

(3) Dilatasi serviks uteri. Dilatasi serviks uteri dapat dikerjakan dengan memakai gagang laminaria, atau dilatator (busi) hegar.

(4) Accauchement farce.

(a) Kalau bagian terbawah janin adalah kaki, mata kaki ini di ikat dengan kain kasa steril yang melalui kontrol dan di beri beban.

(b) Bila bagian terbawah janin adalah kepala, maka kulit kepala di jepit dengan cunzim. Muzeuk yang dikemudian di ikat dengan kain kasa melalui katrol di beri beban.

c) Cara kombinasi kimiawi dan mekanis

Adalah memakai cara kombinasi antara cara kimiawi diikuti dengan pemberian oksitosin drip atau pemecahan ketuban dengan pemberian prostaglandin per oral dan sebagainya.

Pada umumnya cara kombinasi akan berhasil kalau induksi partus gagal sedangkan ketuban sudah pecah pembukaan serviks tidak memenuhi syarat untuk pertolongan operatif pervaginam, satu-satunya jalan adalah mengakhiri kehamilan dengan seksio caesarea.

Skor Pelvis Menurut Bishop

Skor Bishop

0

1

2

3

Dilatasi serviks

Pembukaan konsistensi

Posisi janin

Posisi serviks

<1

>4

Keras

-3

Posterior

1-2

2-4

sedang

-2

Central

2-4

1-2

lunak

-1

Anterior

>4

<1

+1, +2

Sumber : Magowan, 2005

Menurut Rustam (1998), komplikasi induksi persalinan adalah :

a) Terhadap Ibu

(1) Kegagalan induksi.

(2) Kelelahan ibu dan krisis emosional.

(3) Inersia uteri partus lama.

(4) Tetania uteri (tamultous lebar) yang dapat menyebabkan solusio plasenta, ruptura uteri dan laserasi jalan lahir lainnya.

(5) Infeksi intra uterin.

b) Terhadap janin

(1) Trauma pada janin oleh tindakan.

(2) Prolapsus tali pusat.

(3) Infeksi intrapartal pada janin

Read More..

Sabtu, 16 Mei 2009

Premature Rupture of the Membranes ( PROM )

Ketuban Pecah Dini ( KPD ) atau Premature Rupture of the Membranes ( PROM ) merupakan pecahnya membrane amnion sebelum onset persalinan tanpa melihat lamanya umur kehamilan pada saat pecah terjadi, apakah premature atau matur.

Membran Amnion tersusun dari 5 lapisan yang berbeda, tidak mengandung pembuluh darah maupun syaraf. Kebutuhan nutrisi terpenuhi melalui cairan amnion. Lapisan terdalam yang paling dekat dengan janin adalah lapisan epithelium amniotik yang menghasilkan kolagen tipe III dan IV dan glikoprotein nonkolagenosa ( laminin, nidrogen dan fibronektin ) yang membentuk membrane basal, yaitu lapisan selanjutnya dari amnion.
Lapisan kompakta tersusun setelah membrane basal, mengandung kolagen tipe I dan II( interstesial ) yang disekresikan oleh sel-sel masenkim dari lapisan fibroblast yang akan menjaga intergritas mekanik dari amnion. Kolagen tipe V dan VI membentuk hubungan filamentosa antara kolagen interstisial dengan kolagen membrane basal.
Lapisan fibroblas adalah lapisan amnion yang paling tebal, tersusun dari sel masenkim dan makrofag didalam matriks ekstraseluler. Lapisan spongiosa terletak antara amnion dan korion, tersusun dari proteoglikan dan glikoprotein dan mengandung kolagen tipe III



Pada sebagian besar kasus membrane amnion pecah secara spontan tanpa penyebab yang jelas. KPD dapat terjadi akibat adanya pengurangan kekuatan membrane amnion atau adanya kenaikan tekanan intrauterine maupun keduanya. Membran amnion dapat kehilangan kekuatannya karena adanya efek protease bakterial, produk metabolisme bakterial lainnya, atau tekanan berulang yang disebabkan oleh kontraksi uterus
Penyebab ketuban pecah dini dijabarkan sebagai berikut :
1)Servik incompeten.
2)Ketegangan rahim berlebihan : Gemelli, Hidramnion.
3)Mal presentasi janin : letak sungsang, letak melintang.
4)Kemungkinan CPD, perut menggantung.
5)Kelainan bawaan selaput ketuban ( ketuban tipis ).
6)Infeksi vagina, infeksi serviks.

patofisiologi dalam kasus ketuban pecah dini ini disebabkan oleh karena berkurangnya membran atau meningkatnya tekanan intra uterin. Kemungkinan tekanan intra uteri yang kuat adalah penyebab independen dari Ketuban Pecah Dini. Selaput ketuban yang tidak kuat akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi akan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban.
Mekanisme terjadinya Ketuban Pecah Dini dapat berlangsung sebagai berikut :
1)Selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi pada ketegangan rahim.
2)Bila terjadi pembukaan servik maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah mengeluarkan air ketuban


Pada prognosa ketuban pecah dini ditentukan oleh penatalaksanaan dan komplikasi yang mungkin timbul serta umur kehamilan
Prognosa untuk janin tergantung pada :
1)Maturitas janin. Bayi yang beratnya di bawah 2500 gram, mempunyai prognosa lebih jelek dibanding yang lebih besar.
2)Presentasi: presentasi bokong menunjukkan prognosa yang lebih jelek khususnya kalau bayinya prematur.
3)Infeksi intra uterin meningkatkan mortalitas janin. Semakain lama kehamilan berlangsung dengan ketuban yang pecah

Ketuban pecah dini merupakan sumber persalinan prematuritas, infeksi dalam rahim baik terjadi pada ibu maupun janin. Oleh karena itu, tatalaksana ketuban pecah dini memerlukan tindakan yang rinci sehingga dapat menurunkan kejadian persalinan prematuritas dan infeksi dalam rahim.
dalam terminasi persalinan dapat dilakukan secara spontan tanpa induksi, spontan dengan induksi dan SC
Read More..

Minggu, 03 Mei 2009

Pesona PKL

Aduh capek bnget jaga malem..apa lagi d perinat.bayiny rewel terus,sampai g bisa tidur semalam.ya gini deh derita praktikan.
Tapi...klo semua diniatin untuk ibadah n cari ridho Allah,insyaallah semua jadi g berat Read More..