
A. DEFINISI
Menopause adalah haid terakhir pada wanita, dimana sering diartikan sebagai masa akhir reproduksi seorang wanita. Hal ini sering menimbulkan ketakutan pada seorang wanita yang telah memasuki masa ini. Kehidupan menjelang dan setah menopause inilah yang sering disebut dengan ‘masa senja’.
Menopause adalah periode ketika seorang perempuan terhenti haidnya. Dimana ini merupakan tahap akhir proses biologi yang dialami wanita berupa penurunan produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Disebut menopause jika seorang wanita tidak lagi menstruasi selama satu tahun. Umumnya terjadi pada usia 50-an.
Setelah menopause, indung telur masih tetap memproduksi estrogen namun dalam jumlah sangat kecil. Sejumlah kecil estrogen juga diproduksi jaringan lemak tubuh dengan bantuan kelenjar adrenal yang terletak dekat ginjal. Seiring berkurangnya estrogen dan progesterone terjadi perubahan.
Masa menopause ditandai dengan munculnya berbagai gejala, seperti vasomotor (yang berhubungan dengan pembuluh darah), atrofi urogenital (penipisan mukosa vagina), depresi, dan sakit kepala. Ada juga gejala menopause lainnya yang timbul karena rendahnya hormon estrogen, seperti kulit kering dan keriput, payudara kendur, timbunan lemak (terutama di pinggul), gangguan mood, serta penurunan libido.
Estrogen membantu penyerapan kalsium yang diperlukan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan massa tulang. Seiring penurunan estrogen, menurun pula keadaan High density lipoprotein/ HDL yaitu kolesterol baik yang berfungsi membersihkan pembuluh darah dari timbunan kolesterol buruk (Low density lipoprotein /LDL),sebaliknya kadar LDL dan total kolesterol meningkat,sehingga mempertinggi resiko stroke, serangan jantung dan kematian.
B. Resiko dan perubahan yang dialami wanita saat menopause tiba
» Masa menopause membawa resiko penyakit jantung koroner
Berkurangnya kadar estrogen membuat perempuan dimasa menopause memiliki resiko yang sama dengan pria untuk terkena penyakit jantung koroner (PJK). Menjaga pola sehat dengan mengikis faktor resiko sangat penting untuk menjamin kualitas hidup yang lebih baik.
PJK penyakit pembuluh darah jantung yang jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan serangan jantung. Semua otot termasuk otot jantung membutuhkan suplei oksigen dan sari makanan secara konstan yang dibawa oleh darah melalui pembuluh arteri. Kalau pembuluh arteri menyempit atau tersumbat akan menyebabkan pasokan darah ke jantung menjadi berkurang.
Gejala PJK antara lain: tiba-tiba merasa nyeri (seperti ditusuk-tusuk,diperas atau ditindih beban berat) didada kiri, lalu menjalar ke dagu, punggung, bahu, sampai jari tangan disertai keringt dingin. Faktor resiko PJK dapat dibagi menjadi 2:
1. Faktor resiko alam (yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan atau genetik, usia, jenis kelamin.
2. Faktor resiko yang bisa dicegah, diperbaiki atau dimodifikasi antara lain : Kolesterol, Hipertensi, Rokok, Obesitas, Dislipidemia.
» Masa menopause dapat mengakibatkan Osteoporosis (keropos tulang)
Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan massa tulang dan kerusakan mikro arsitektur jaringan tulang yang menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah.
Menurunnya hormone estrogen berakibat pada penurunan aktivitas osteoblas (pembentukan tulang baru) dan peningkatan osteoklas (perusakan tulang). Pengeroposan tulang juga dapat terjadi karena asupan kalsium yang rendah, pajanan sinar ultraviolet yang tidak memadai, gaya hidup (merokok dan mengkonsumsi alkohol) dan konsumsi obat-obatan yang menurunkan massa tulang.
» Menopause berpengaruh terhadap libido
Banyak kalangan tadinya menduga bahwa masalah kelainan fungsi seksual yang timbul pada wanita menopause semata-mata sebagai akibat kekurangan hormone estrogen,yaitu gangguan pada organ yang berupa radang , infeksi, maupun penyusutan (atrofi) pada organon seks. Gangguan yang terjadi biasanya mengakibatkan rasa sakit dan nyeri hebat ketika bersenggama (dyspareunia),sehingga kemudian wanita tersebut enggan bersenggama. Keadaan ini lalu berlanjut dengan hilangnya dorongan seksual.
» Gangguan tidur pada penderita menopause
Secara medis tidur terdiri dari dua keadaan fisiologis yaitu dengan gerakan mata tidak cepat (NREM) dan tidur dengan gerakan mata cepat (REM). Pada orang normal, tidur NREM adalah keadaan yang relative tenang tidak terjaga, kecepatan denyut jantung lebih lambat 5 sampai 10 menit dibawah tingkat terjaga penuh dan sangat teratur.Gangguan-gangguan tidur dapat terdeteksi dengan melihat hasil rekaman EEG dan membandingkannya dengan keadaan normal.Gejala utama yang menandai gangguan tidur adalah :
a)INSOMNIA : Kesukaran memulai atau mempertahankan tidur.
b)HIPERSOMNIA : Gangguan ini bermanifestasi sebagai jumlah tidur yang berlebihan dan selalu mengantuk di siang hari.
c)PARASOMNIA : Merupakan fenomena gangguan tidur yang tidak umum dan tidak diinginkan, yang tampak secara tiba-tiba selama tidur atau yang terjadi pada ambang antara terjaga dan tidur.
C. Upaya menghadapi menopause
Keluhan yang terjadi saat atau sebelum menopause sering sekali terasa sangat mengganggu. Supaya gejala tersebut tidak terjadi adalah dengan mengembalikan kadar estrogen dalam tubuh wanita. Ada banyak cara, misalnya dengan terapi sulih hormone atau dengan mengkonsumsi fitoestrogen yang mengandung isoflavon dari kacang kedele, hindari alkohol, kafein, makanan manis saat perut kosong, banyak minum air putih, olah raga teratur, konsumsi kalsium, dan berhenti merokok.
DAFTAR PUSTAKA
Mangoenprasodjo,A Setiono. 2004. “ Siapa Takut Menopause”. Jogjakarta. Think Fresh.
Manuaba,Ida Bagus. 1998. “ Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita”.Jakarta.
www. kompas.com.“Menghadapi Menopause Tak Perlu Takut”
www. Google. com.”Gejala Menopause”
www. KOMPAS CYBER MEDIA.”Bagaimana Menghadapi Menopause”
www. Wordpress.com. “Menopause dan klimakterium”
Menopause adalah haid terakhir pada wanita, dimana sering diartikan sebagai masa akhir reproduksi seorang wanita. Hal ini sering menimbulkan ketakutan pada seorang wanita yang telah memasuki masa ini. Kehidupan menjelang dan setah menopause inilah yang sering disebut dengan ‘masa senja’.
Menopause adalah periode ketika seorang perempuan terhenti haidnya. Dimana ini merupakan tahap akhir proses biologi yang dialami wanita berupa penurunan produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Disebut menopause jika seorang wanita tidak lagi menstruasi selama satu tahun. Umumnya terjadi pada usia 50-an.
Setelah menopause, indung telur masih tetap memproduksi estrogen namun dalam jumlah sangat kecil. Sejumlah kecil estrogen juga diproduksi jaringan lemak tubuh dengan bantuan kelenjar adrenal yang terletak dekat ginjal. Seiring berkurangnya estrogen dan progesterone terjadi perubahan.
Masa menopause ditandai dengan munculnya berbagai gejala, seperti vasomotor (yang berhubungan dengan pembuluh darah), atrofi urogenital (penipisan mukosa vagina), depresi, dan sakit kepala. Ada juga gejala menopause lainnya yang timbul karena rendahnya hormon estrogen, seperti kulit kering dan keriput, payudara kendur, timbunan lemak (terutama di pinggul), gangguan mood, serta penurunan libido.
Estrogen membantu penyerapan kalsium yang diperlukan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan massa tulang. Seiring penurunan estrogen, menurun pula keadaan High density lipoprotein/ HDL yaitu kolesterol baik yang berfungsi membersihkan pembuluh darah dari timbunan kolesterol buruk (Low density lipoprotein /LDL),sebaliknya kadar LDL dan total kolesterol meningkat,sehingga mempertinggi resiko stroke, serangan jantung dan kematian.
B. Resiko dan perubahan yang dialami wanita saat menopause tiba
» Masa menopause membawa resiko penyakit jantung koroner
Berkurangnya kadar estrogen membuat perempuan dimasa menopause memiliki resiko yang sama dengan pria untuk terkena penyakit jantung koroner (PJK). Menjaga pola sehat dengan mengikis faktor resiko sangat penting untuk menjamin kualitas hidup yang lebih baik.
PJK penyakit pembuluh darah jantung yang jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan serangan jantung. Semua otot termasuk otot jantung membutuhkan suplei oksigen dan sari makanan secara konstan yang dibawa oleh darah melalui pembuluh arteri. Kalau pembuluh arteri menyempit atau tersumbat akan menyebabkan pasokan darah ke jantung menjadi berkurang.
Gejala PJK antara lain: tiba-tiba merasa nyeri (seperti ditusuk-tusuk,diperas atau ditindih beban berat) didada kiri, lalu menjalar ke dagu, punggung, bahu, sampai jari tangan disertai keringt dingin. Faktor resiko PJK dapat dibagi menjadi 2:
1. Faktor resiko alam (yang tidak dapat dicegah) seperti keturunan atau genetik, usia, jenis kelamin.
2. Faktor resiko yang bisa dicegah, diperbaiki atau dimodifikasi antara lain : Kolesterol, Hipertensi, Rokok, Obesitas, Dislipidemia.
» Masa menopause dapat mengakibatkan Osteoporosis (keropos tulang)
Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan massa tulang dan kerusakan mikro arsitektur jaringan tulang yang menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah.
Menurunnya hormone estrogen berakibat pada penurunan aktivitas osteoblas (pembentukan tulang baru) dan peningkatan osteoklas (perusakan tulang). Pengeroposan tulang juga dapat terjadi karena asupan kalsium yang rendah, pajanan sinar ultraviolet yang tidak memadai, gaya hidup (merokok dan mengkonsumsi alkohol) dan konsumsi obat-obatan yang menurunkan massa tulang.
» Menopause berpengaruh terhadap libido
Banyak kalangan tadinya menduga bahwa masalah kelainan fungsi seksual yang timbul pada wanita menopause semata-mata sebagai akibat kekurangan hormone estrogen,yaitu gangguan pada organ yang berupa radang , infeksi, maupun penyusutan (atrofi) pada organon seks. Gangguan yang terjadi biasanya mengakibatkan rasa sakit dan nyeri hebat ketika bersenggama (dyspareunia),sehingga kemudian wanita tersebut enggan bersenggama. Keadaan ini lalu berlanjut dengan hilangnya dorongan seksual.
» Gangguan tidur pada penderita menopause
Secara medis tidur terdiri dari dua keadaan fisiologis yaitu dengan gerakan mata tidak cepat (NREM) dan tidur dengan gerakan mata cepat (REM). Pada orang normal, tidur NREM adalah keadaan yang relative tenang tidak terjaga, kecepatan denyut jantung lebih lambat 5 sampai 10 menit dibawah tingkat terjaga penuh dan sangat teratur.Gangguan-gangguan tidur dapat terdeteksi dengan melihat hasil rekaman EEG dan membandingkannya dengan keadaan normal.Gejala utama yang menandai gangguan tidur adalah :
a)INSOMNIA : Kesukaran memulai atau mempertahankan tidur.
b)HIPERSOMNIA : Gangguan ini bermanifestasi sebagai jumlah tidur yang berlebihan dan selalu mengantuk di siang hari.
c)PARASOMNIA : Merupakan fenomena gangguan tidur yang tidak umum dan tidak diinginkan, yang tampak secara tiba-tiba selama tidur atau yang terjadi pada ambang antara terjaga dan tidur.
C. Upaya menghadapi menopause
Keluhan yang terjadi saat atau sebelum menopause sering sekali terasa sangat mengganggu. Supaya gejala tersebut tidak terjadi adalah dengan mengembalikan kadar estrogen dalam tubuh wanita. Ada banyak cara, misalnya dengan terapi sulih hormone atau dengan mengkonsumsi fitoestrogen yang mengandung isoflavon dari kacang kedele, hindari alkohol, kafein, makanan manis saat perut kosong, banyak minum air putih, olah raga teratur, konsumsi kalsium, dan berhenti merokok.
DAFTAR PUSTAKA
Mangoenprasodjo,A Setiono. 2004. “ Siapa Takut Menopause”. Jogjakarta. Think Fresh.
Manuaba,Ida Bagus. 1998. “ Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita”.Jakarta.
www. kompas.com.“Menghadapi Menopause Tak Perlu Takut”
www. Google. com.”Gejala Menopause”
www. KOMPAS CYBER MEDIA.”Bagaimana Menghadapi Menopause”
www. Wordpress.com. “Menopause dan klimakterium”


