Ngidam paling sering terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Jarang sekali wanita terus mengalami gejala ini setelah memasuki masa kehamilan selanjutnya.
Mual dan muntah biasanya lebih berat pada pagi hari. Tapi pada beberapa wanita, tidak ada perbedaaan beratnya mual dan muntah antara pagi, siang, atau malam.
Hingga kini belum ada rumusan pasti terkait penyebab timbulnya ngidam pada wanita hamil. Diduga berhubungan dengan perubahan hormon dan masalah psikis.Seperti halnya “keanehan” apa (makanan) yang diinginkan (diminta), penyebab ngidam masih sebuah misteri. Pernah ada anggapan bahwa ngidam berhubungan dengan reaksi tubuh terhadap kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, karbohidrat, dll) saat hamil, namun anggapan ini tidak dapat dibuktikan. Kenyataannya tidak semua wanita hamil yang ngidam kurang nutrisi dan tidak semua wanita hamil yang kurang nutrisi mengalami ngidam.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meringankan mual dan muntah saat ngidam.
1. Usahakan perut selalu terisi, tapi jangan terlalu banyak. Perut kosong dapat memperparah rasa mual. Makan beberapa kali sehari dalam porsi kecil, lebih baik daripada makan tiga kali sehari dengan porsi besar.
2. Untuk meringankan mual pagi hari, sebelum bangkit dari tempat tidur, isilah perut dengan sedikit makanan ringan. Tunggulah beberapa saat sampai makanan itu dicerna usus dengan baik, setelah itu baru bangun.
3. Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup.
4. Usahakan lebih banyak mengkonsumsi protein, misalnya ikan. Hindari makanan yang bersantan atau berlemak, seperti goreng-gorengan.
5. Hindari makanan yang bau atau rasanya membuat anda mual. Contohnya, jus jeruk, susu, kopi, dan teh.
6. Jangan mengkonsumsi zat besi (Tablet Fe) dulu, karena dapat memperberat mual. Lagi pula tablet ini tidak diperlukan pada masa tiga bulan pertama kehamilan.
7. Banyak istirahat, hindari stress dan kelelahan.
8. Serbuk jahe dalam bentuk kapsul atau air jahe yang diminum secara teratur dapat meringankan mual muntah setelah beberapa hari. Begitu pula dengan vitamin B6.
Untuk ngidam yang ringan, perawatannya lebih baik dilakukan di rumah. Namun jika mual dan muntah sudah parah, anda sebaiknya pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Apakah setiap ngidam harus dituruti?
Boleh, sepanjang tidak menimbulkan gangguan pada janin (alasan pertama) dan tidak menyulitkan dalam pemenuhannya (alasan kedua).
Alasan pertama mengacu kepada masalah keamanan, artinya kita tidak harus memenuhi keinginan (ngidam) jika makanan yang diminta membahayakan janin dan kesehatan si wanita hamil, misalnya minta pil k0plo. *contoh ekstrim*
Adapun alasan kedua lebih kapada pertimbangan cara mendapatkannya. Betapa sulitnya jika yang diminta misalnya pisang di waktu tengah malam, sementara di rumah tidak tersedia dan pasar tutup. Amboiii !!!
Nah, sebagai jalan tengah mungkin bisa ditempuh cara lain, yakni dengan memberikan (makanan) pengganti ngidam atau mengalihkannya pada kegiatan lain(seperti membaca, olahraga ringan, rekreasi, mendengarkan musik, melukis, dll.).
Terlepas dari persoalan ngidam, perlu disadari bahwa wanita hamil patut mendapatkan perhatian lebih


