Sabtu, 16 Mei 2009

Premature Rupture of the Membranes ( PROM )

Ketuban Pecah Dini ( KPD ) atau Premature Rupture of the Membranes ( PROM ) merupakan pecahnya membrane amnion sebelum onset persalinan tanpa melihat lamanya umur kehamilan pada saat pecah terjadi, apakah premature atau matur.

Membran Amnion tersusun dari 5 lapisan yang berbeda, tidak mengandung pembuluh darah maupun syaraf. Kebutuhan nutrisi terpenuhi melalui cairan amnion. Lapisan terdalam yang paling dekat dengan janin adalah lapisan epithelium amniotik yang menghasilkan kolagen tipe III dan IV dan glikoprotein nonkolagenosa ( laminin, nidrogen dan fibronektin ) yang membentuk membrane basal, yaitu lapisan selanjutnya dari amnion.
Lapisan kompakta tersusun setelah membrane basal, mengandung kolagen tipe I dan II( interstesial ) yang disekresikan oleh sel-sel masenkim dari lapisan fibroblast yang akan menjaga intergritas mekanik dari amnion. Kolagen tipe V dan VI membentuk hubungan filamentosa antara kolagen interstisial dengan kolagen membrane basal.
Lapisan fibroblas adalah lapisan amnion yang paling tebal, tersusun dari sel masenkim dan makrofag didalam matriks ekstraseluler. Lapisan spongiosa terletak antara amnion dan korion, tersusun dari proteoglikan dan glikoprotein dan mengandung kolagen tipe III



Pada sebagian besar kasus membrane amnion pecah secara spontan tanpa penyebab yang jelas. KPD dapat terjadi akibat adanya pengurangan kekuatan membrane amnion atau adanya kenaikan tekanan intrauterine maupun keduanya. Membran amnion dapat kehilangan kekuatannya karena adanya efek protease bakterial, produk metabolisme bakterial lainnya, atau tekanan berulang yang disebabkan oleh kontraksi uterus
Penyebab ketuban pecah dini dijabarkan sebagai berikut :
1)Servik incompeten.
2)Ketegangan rahim berlebihan : Gemelli, Hidramnion.
3)Mal presentasi janin : letak sungsang, letak melintang.
4)Kemungkinan CPD, perut menggantung.
5)Kelainan bawaan selaput ketuban ( ketuban tipis ).
6)Infeksi vagina, infeksi serviks.

patofisiologi dalam kasus ketuban pecah dini ini disebabkan oleh karena berkurangnya membran atau meningkatnya tekanan intra uterin. Kemungkinan tekanan intra uteri yang kuat adalah penyebab independen dari Ketuban Pecah Dini. Selaput ketuban yang tidak kuat akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi akan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban.
Mekanisme terjadinya Ketuban Pecah Dini dapat berlangsung sebagai berikut :
1)Selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi pada ketegangan rahim.
2)Bila terjadi pembukaan servik maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah mengeluarkan air ketuban


Pada prognosa ketuban pecah dini ditentukan oleh penatalaksanaan dan komplikasi yang mungkin timbul serta umur kehamilan
Prognosa untuk janin tergantung pada :
1)Maturitas janin. Bayi yang beratnya di bawah 2500 gram, mempunyai prognosa lebih jelek dibanding yang lebih besar.
2)Presentasi: presentasi bokong menunjukkan prognosa yang lebih jelek khususnya kalau bayinya prematur.
3)Infeksi intra uterin meningkatkan mortalitas janin. Semakain lama kehamilan berlangsung dengan ketuban yang pecah

Ketuban pecah dini merupakan sumber persalinan prematuritas, infeksi dalam rahim baik terjadi pada ibu maupun janin. Oleh karena itu, tatalaksana ketuban pecah dini memerlukan tindakan yang rinci sehingga dapat menurunkan kejadian persalinan prematuritas dan infeksi dalam rahim.
dalam terminasi persalinan dapat dilakukan secara spontan tanpa induksi, spontan dengan induksi dan SC